Menteri Pertahanan Israel, Yoav Gallant, pada Kamis (16/5) mengungkapkan rencana untuk mengirim pasukan tambahan untuk bergabung dalam serangan darat yang sedang berlangsung di Rafah, Jalur Gaza selatan, Anadolu Agency melaporkan.
“Pasukan kami telah menghancurkan banyak terowongan di wilayah tersebut, dan lebih banyak lagi yang akan segera dihancurkan. Operasi ini akan semakin intensif, dan Hamas tidak dapat memperkuat diri,” kata Gallant saat berkunjung ke markas besar Divisi 162 Angkatan Darat yang beroperasi di Rafah.
“Operasi ini akan berlanjut seiring pasukan tambahan memasuki wilayah tersebut,” tambahnya.
Tentara Israel melancarkan serangan darat pada tanggal 6 Mei di Rafah, rumah bagi sekitar 1,5 juta pengungsi Palestina. Badan PBB untuk pengungsi Palestina (UNRWA), memperkirakan bahwa sekitar 600.000 orang telah meninggalkan kota tersebut sejak dimulainya serangan Israel.
Ketua Hamas, Ismail Haniyeh, memperingatkan pada Rabu (15/5) bahwa serangan Israel di Rafah merusak negosiasi gencatan senjata di Gaza dan kesepakatan pertukaran sandera dengan Israel.
Israel melanjutkan serangan brutalnya di Jalur Gaza meskipun ada resolusi Dewan Keamanan PBB yang menuntut gencatan senjata segera di wilayah tersebut.
Sumber: https://www.#
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








