Badan PBB yang melayani pengungsi Palestina mengatakan pada hari Senin (6/5) bahwa pihaknya tidak akan mematuhi perintah militer Israel untuk mengevakuasi sebagian kota Rafah di Gaza selatan.
Juliette Touma, Direktur Komunikasi UNRWA, mengatakan pihaknya belum mengevakuasi daerah tersebut dan tidak berencana melakukan hal itu. Dia menambahkan mereka memiliki ribuan karyawan di kota.
“UNRWA tidak akan mengambil bagian dalam evakuasi paksa penduduk di Rafah atau tempat lain di Gaza,” tegasnya. “Kami berkomitmen untuk tetap tinggal dan memberikan bantuan kemanusiaan.” Menurutnya, yang seharusnya terjadi adalah gencatan senjata.
Hubungan antara Israel dan UNRWA telah lama tegang dan semakin memburuk selama agresi yang terjadi pada tujuh bulan terakhir. Israel menuduh UNRWA bekerja sama dengan kelompok Hamas dan menyerukan penutupan badan tersebut.
UNRWA, penyedia bantuan dan layanan internasional terbesar di Gaza, membantah tuduhan tersebut.
Sumber: https://english.aawsat.com
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








