Penyelidik Pengadilan Kejahatan Internasional (International Criminal Court/ ICC) mewawancarai staf medis dari rumah sakit terbesar di Gaza, Al Shifa dan Nasser, dalam penyelidikan potensial kejahatan di Jalur Gaza. Sumber-sumber yang tidak disebutkan namanya memberikan konfirmasi kepada Reuters, tetapi tidak memberikan rincian lebih lanjut karena alasan keamanan.
Salah satu sumber mengatakan bahwa kejadian di sekitar rumah sakit dapat menjadi bagian dari penyelidikan ICC, yang menyidangkan kasus pidana terhadap individu atas kejahatan perang, kejahatan terhadap kemanusiaan, genosida, dan agresi.
Kantor Kejaksaan ICC menolak memberikan komentar mengenai masalah operasional dalam penyelidikan yang sedang berlangsung, dengan alasan perlunya menjamin keselamatan korban dan saksi.
ICC mengatakan pihaknya sedang menyelidiki kedua pihak, termasuk serangan tanggal 7 Oktober oleh pejuang Hamas terhadap Israel dan serangan Israel selanjutnya di Gaza.
Selama agresi, dua rumah sakit utama di Gaza telah menjadi sasaran pengepungan dan penyerbuan Israel dengan menuduh Hamas menggunakan rumah sakit tersebut untuk tujuan militer, meskipun hal ini berulang kali dibantah oleh Hamas dan staf medis.
Dalam beberapa hari terakhir, para pejabat Palestina juga menuntut penyelidikan setelah ratusan jenazah ditemukan di kuburan massal di Rumah Sakit Nasser. Meski demikian, Israel membantah melakukan kejahatan perang, termasuk di dalam atau di sekitar rumah sakit Gaza.
sumber: https://www.#
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








