Situasi di Tepi Barat membuat keadaan menjadi lebih buruk,” kata komisaris jenderal badan PBB untuk bantuan pengungsi Palestina – UNRWA, Philippe Lazzarini pada Minggu (21/4).
Dalam akunnya di X (twitter) Lazzarini menambahkan bahwa pasukan Israel dan pemukim Israel membatasi kebebasan bergerak warga Palestina di Tepi Barat, menghalangi mereka mengakses pekerjaan dan mata pencaharian, serta memaksa mereka untuk hidup dalam keadaan ketakutan yang terus-menerus.
Pekan lalu, pemukim Israel melakukan serangkaian serangan terhadap desa-desa Palestina di Tepi Barat bagian timur, membunuh empat warga Palestina, serta membakar puluhan rumah, mobil, dan peternakan.
UNRWA bertanggung jawab menyediakan layanan dasar bagi pengungsi Palestina di Tepi Barat, Yordania, Lebanon, Suriah, dan Jalur Gaza. Sekitar 170 staf PBB, sebagian besar pegawai URWA, dibunuh oleh pasukan Israel sejak 7 Oktober.
Israel menuduh UNRWA mempekerjakan anggota kelompok perlawanan Palestina, sehingga memicu serangkaian pemotongan dana oleh negara-negara anggota PBB. Pada bulan Februari, laporan kelompok peninjau independen kepada PBB menyimpulkan bahwa Israel tidak mampu memberikan bukti atas tuduhan terhadap UNRWA.
Pada hari Senin, Lazzarini mengatakan dalam sebuah pernyataan di PBB bahwa UNRWA menjadi sasaran kampanye berbahaya dengan tujuan untuk mengakhiri operasi UNRWA.
sumber: https://mondoweiss.net
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








