Tentara Israel telah mengambil bagian dalam serangan yang sedang dilakukan oleh pemukim kolonial Israel terhadap warga Palestina di Tepi Barat yang dijajah, kata Human Rights Watch (HRW) pada Rabu (17/4).
Kelompok HAM tersebut mencatat dalam sebuah laporan bahwa mereka telah menyelidiki serangan pemukim terhadap lima komunitas pedesaan Palestina sejak 7 Oktober, dan mengumpulkan kesaksian dari 27 orang Palestina yang selamat. Menurut HRW, Israel ikut serta dalam serangan ini, dengan mengenakan seragam tentara Israel dan memegang senjata api. Kelompok tersebut menambahkan bahwa dalam kasus lain, tentara Israel gagal melindungi warga Palestina dari serangan pemukim.
Menurut laporan tersebut, Israel memanggil sekitar 5.500 pemukim Israel untuk wajib militer, beberapa di antaranya memiliki catatan kriminal atas serangan anti-Palestina, terutama setelah tanggal 7 Oktober. Para pemukim tersebut sebagian besar direkrut ke dalam pasukan “Pertahanan Regional”. HRW mengindikasikan bahwa pemerintah Israel mendistribusikan sekitar 7.000 senjata api kepada kelompok ini dan kelompok pemukim paramiliter lainnya.
HRW juga merujuk pada laporan PBB dan kelompok HAM Israel bahwa pemukim Israel menyebarkan selebaran yang berisi ancaman di desa-desa Palestina setelah serangan 7 Oktober, mendesak warga Palestina untuk lari ke Yordania, dan memperingatkan bahwa hari pembalasan akan segera tiba.
Laporan tersebut mengingatkan bahwa sejak 7 Oktober, pemukim Israel telah menyerang sekitar 20 komunitas pedesaan Palestina, mengusir tujuh dari mereka dari tanah mereka, yang mengakibatkan terbunuhnya 17 warga Palestina oleh pemukim dan sekitar 1.200 orang mengungsi. Sementara itu, tujuh pemukim Israel telah tewas dalam serangan warga Palestina sejak Oktober.
Pada bulan Maret, AS menjatuhkan sanksi terhadap empat pemukim Israel karena berpartisipasi dalam kekerasan terhadap warga Palestina di Tepi Barat yang diduduki. Belakangan, media Israel melaporkan bahwa salah satu dari empat orang yang terkena sanksi telah membangun pos pemukim ilegal di perbukitan Al-Khalil (Hebron) selatan dengan bantuan sebuah perusahaan konstruksi, yang sebagian besar dimiliki oleh pemerintah lokal resmi permukiman Har Hebron.
Sementara itu, kabinet penting Israel, terutama menteri keamanan dan keuangan Israel, Itamar Ben-Gvir dan Bezalel Smotrich, terus secara terbuka menyuarakan dukungan mereka untuk “memberdayakan” pemukim di Tepi Barat.
Sejak akhir pekan lalu, pemukim Israel membunuh empat warga Palestina dalam serangkaian serangan terhadap desa-desa Palestina di timur Ramallah dan Nablus . Warga mengatakan kepada Mondoweiss bahwa serangan tersebut termasuk pembakaran puluhan rumah, mobil, dan kandang ternak.
Sumber: https://mondoweiss.net
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








