Pasukan Israel membunuh seorang remaja Palestina dalam serangan militer di Nablus pada Senin pagi (15/4). Korban diidentifikasi sebagai Yazan Shtayyeh, seorang mahasiswa di perguruan tinggi industri Nablus.
Sumber medis di Rumah Sakit Rafidia di Nablus mengatakan bahwa Eshtayyeh tiba dalam keadaan terluka akibat tembakan tajam di bagian dada, dan meninggal tak lama kemudian. Sumber-sumber medis menambahkan bahwa seorang warga Palestina lainnya terluka parah di perut, dan seorang lainnya terluka ringan di kaki.
Sumber lokal melaporkan bahwa pasukan Israel yang menyamar memasuki lingkungan Mureij di kota tersebut dan mengambil posisi di sejumlah atap rumah, sebelum lebih banyak tentara menyerbu kota tersebut.
Konfrontasi terjadi antara pasukan penjajah dan pemuda setempat. Israel menembakkan peluru tajam dan gas air mata, serta menangkap seorang warga Palestina di kota tersebut.
Sementara itu, menurut Klub Tawanan Palestina, pasukan Israel menangkap 25 warga Palestina di Tepi Barat dalam semalam.
Sejak 7 Oktober, Israel telah menangkap lebih dari 8.100 warga Palestina dari seluruh wilayah Palestina yang dijajah. Saat ini, setidaknya 9.400 warga Palestina ditahan di penjara-penjara Israel, termasuk 71 perempuan, 200 anak-anak, serta lebih dari 3.500 tahanan administratif yang ditangkap tanpa tuntutan dan dakwaan.
Dengan terbunuhnya Yazan Shtayyeh, jumlah warga Palestina yang dibunuh oleh pasukan atau pemukim kolonial Israel sejak 7 Oktober meningkat menjadi 466 orang, dan 147 orang sejak awal tahun 2024.
Sumber: https://mondoweiss.net
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








