Pemukim ekstremis Israel pada hari ini mulai mendirikan pos permukiman baru di dekat Mata Air Al-Auja, yang berbasis di utara Kota Ariha (Yerikho), Tepi Barat yang dijajah.
Seorang anggota Komite Perlawanan Populer di Lembah Yordan, Ayman Gharib, memberi tahu kantor berita WAFA bahwa perbekalan, pakan ternak, dan tenda telah diangkut ke pos ilegal yang baru didirikan di dekat komunitas Ras Al-Auja.
Dia menambahkan bahwa pemukim telah melakukan pembakaran yang menghancurkan empat rumah warga Palestina di wilayah tersebut pada awal bulan ini. Selain itu, Gharib menyoroti bahwa pemukim yang bertanggung jawab atas pos baru ini sebelumnya telah menyerang warga lingkungan Al-Ma’rajat di Ariha.
Pos terdepan ini dibangun beberapa pekan setelah pemukim Israel menyerang komunitas Rashaida di dekat daerah Mata Air Al-Auja, dengan menggunakan tongkat dan batu, serta berusaha mencuri domba mereka.
Dalam beberapa tahun terakhir, penduduk Desa Al-Auja menderita akibat kampanye penghancuran dan penganiayaan Israel serta serangan dan pelanggaran berulang kali yang dilakukan oleh pemukim dan tentara penjajah.
Penduduk Desa al-Auja tidak diberi akses terhadap layanan dasar oleh otoritas penjajah karena lokasinya di ‘Area C’ Tepi Barat yang diduduki, yang merupakan tanah Palestina di bawah kendali administratif dan militer Israel.
Sejak perang Timur Tengah tahun 1967, Israel telah menduduki Tepi Barat Sungai Yordan, yang dianggap oleh Palestina sebagai inti negara merdeka. Penjajah juga membangun permukiman ilegal khusus Yahudi di sana.
Israel telah meningkatkan serangan di Tepi Barat sejak agresi Gaza dimulai pada Oktober. Catatan PBB menunjukkan setidaknya 358 orang di wilayah Palestina telah terbunuh sejak 7 Oktober, seperempat di antaranya adalah anak-anak.
Sumber: https://www.#
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








