Kehancuran Rumah Sakit Al Shifa di Gaza akan memerlukan evakuasi medis lebih lanjut dan pada akhirnya menyebabkan lebih banyak kematian jika hal ini tidak dilakukan dengan cepat, demikian kata kepala Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada hari Rabu (3/4) menurut laporan Reuters.
Pasukan Israel, yang meninggalkan RS al-Shifa di Kota Gaza pada hari Senin setelah operasi pengeringan selama dua minggu, menahan ratusan warga Palestina dan meninggalkan jejak bangunan yang hancur.
“Jumlah orang yang membutuhkan evakuasi medis akan meningkat, dan evakuasi medis sangat terlambat,” kata Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus.
“Orang akan mati karena mereka tidak akan mendapatkan pelayanan, baik dari RS al-Shifa atau karena evakuasi yang lambat atau karena tidak dapat dievakuasi.”
Israel mengatakan telah membunuh ratusan pejuang Hamas yang bermarkas di sana, sementara Hamas dan staf medis membantah adanya pejuang di sana.
“Proses evakuasi harus dipercepat,” katanya. “Jika tidak, kita akan kehilangan banyak orang. Kita akan kehilangan banyak nyawa.”
Richard Peeperkorn, Perwakilan WHO untuk Tepi Barat dan Gaza, mengatakan bahwa penghancuran Rumah Sakit Al Shifa akan meninggalkan ribuan orang tanpa layanan kesehatan. Dia mengatakan pasien harus dipindahkan ke fasilitas kesehatan lain di utara Gaza yang dilanda perang, yang sudah berjuang keras untuk tetap berfungsi.
“Kita harus menyadari bahwa layanan kesehatan benar-benar tidak mencukupi di Gaza, Ini adalah sistem kesehatan yang terpincang-pincang. Ini tidak mencukupi. Ini tidak lengkap,” katanya
“Hanya 10 dari 36 rumah sakit di Gaza yang masih dapat berfungsi sebagian”, kata Tedros.
Dia mengatakan WHO sedang mencari cara untuk mengunjungi Al Shifa, berbicara dengan staf medis dan melihat apa yang bisa diselamatkan, tetapi situasi di lapangan terlihat “mengerikan”.
Al Shifa, rumah sakit terbesar di Jalur Gaza sebelum perang dengan kapasitas 750 tempat tidur dan banyak ruang operasi, adalah salah satu dari sedikit fasilitas kesehatan yang hanya sebagian beroperasi di utara Gaza.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








