Organisasi berbasis di Inggris, Save the Children, memperingatkan pada Selasa (2/4) tentang masalah kekurangan gizi pada anak-anak di Gaza di tengah agresi. Organisasi tersebut memperingatkan bahwa 346.000 anak di Gaza yang berusia di bawah 5 tahun dalam kondisi berisiko.
“Di bagian utara, diperkirakan bahwa satu dari tiga anak di bawah usia dua tahun sekarang menderita wasting atau berat badan anak yang menurun jauh di bawah standar kurva pertumbuhan, yang merupakan bentuk kekurangan gizi paling parah. Angka ini meningkat cepat dibandingkan dengan satu dari enam anak pada bulan Januari, menurut The Global Nutrition Cluster – kelompok organisasi kemanusiaan yang fokus pada gizi,” jelasnya.
Badan amal Inggris tersebut menceritakan kisah-kisah warga Gaza, termasuk anak-anak dengan kondisi kesehatan khusus seperti anemia atau mereka yang kelaparan sampai mati. Save the Children menambahkan bahwa anak-anak di Gaza juga membutuhkan obat-obatan penting seperti antibiotik, fasilitas kesehatan, dan tenaga kerja kesehatan terlatih yang dapat mendeteksi dan mengobati kekurangan gizi.
“Suplai penyelamat yang dapat digunakan untuk mengobati anak-anak yang kekurangan gizi telah ditunda dan ditolak masuk oleh Pemerintah Israel. Makanan penting dan barang medis terhalang masuk ke Gaza selama beberapa hari, pekan, atau bahkan bulan,” kata organisasi tersebut.
Organisasi itu juga menambahkan bahwa serangan terhadap pekerja bantuan menghambat pengiriman dan membatasi lebih lanjut respons kemanusiaan yang sudah terhambat.
sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








