Koordinator Khusus PBB untuk Proses Perdamaian Timur Tengah mengecam pembunuhan warga sipil, menekankan bahwa tidak ada pembenaran untuk menjatuhkan hukuman kolektif kepada warga Palestina, lapor Anadolu Agency (26/3).
“Saya terkejut dengan besarnya skala kematian, kehancuran, dan penderitaan manusia yang ditimbulkan oleh kampanye militer Israel di Gaza, dengan pembunuhan warga sipil berada dalam tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya,” kata Tor Wennesland pada pertemuan Dewan Keamanan mengenai situasi di Timur Tengah, termasuk Palestina.
Ia menekankan bahwa hukuman kolektif terhadap rakyat Palestina tidak dapat dibenarkan, sekaligus menyuarakan keprihatinannya atas pelanggaran hukum kemanusiaan internasional.
“Hukum humaniter internasional tidak bisa diterapkan secara selektif. Hal ini berlaku bagi semua pihak yang berkonflik sepanjang waktu dan kewajiban untuk mematuhinya tidak bergantung pada timbal balik,” katanya, mengungkapkan kesedihan atas terbunuhnya staf PBB di Gaza.
“Kondisi PBB yang tidak dapat diganggu gugat harus dihormati setiap saat,” pungkasnya.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








