Rumah Sakit Eropa di Gaza dekat Khan Younis merupakan salah satu fasilitas medis yang masih berfungsi. Namun, staf medis melaporkan “situasi mengerikan” di rumah sakit tersebut dengan adanya pasien yang meninggal karena infeksi dengan bukti malnutrisi serius, lapor Medical Aid for Palestines (MAP).
Husam Basheer, seorang ahli bedah ortopedi yang bekerja di rumah sakit tersebut, mengatakan bahwa dia dan stafnya terpaksa “mengelola RS dengan sumber daya yang minimal” di fasilitas medis tersebut karena pembatasan Israel terhadap bantuan medis yang memasuki wilayah Gaza.
“Suatu hari kami ingin membuat pelat dan sekrup, yang merupakan prosedur standar untuk fiksasi tulang, namun kami tidak memiliki peralatan yang tepat. Terkadang kami juga kekurangan kain kasa yang merupakan persediaan dasar untuk operasi. Kami mengatasi tantangan yang kami hadapi dan mengelolanya dengan cara yang berbeda, namun tentu ini membuat staf di sini kewalahan,” katanya.
Senada dengan itu, Konstantina Ilia Karydi, seorang ahli anestesi, menggambarkan situasi di dalam fasilitas medis sebagai sesuatu yang tidak terbayangkan.
“Rumah sakit ini awalnya hanya berkapasitas 200 tempat tidur. Sekarang bertambah menjadi 1.000 tempat tidur,” ujarnya.
Selain itu, terdapat sekira 22.000 pengungsi yang berlindung di koridor dan tenda di dalam rumah sakit karena masyarakat merasa lebih aman berada di sana dibandingkan di mana pun.
sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








