• Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic
Selasa, Januari 20, 2026
No Result
View All Result
Donasi Sekarang
Adara Relief International
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
No Result
View All Result
Adara Relief International
No Result
View All Result
Home Berita Kemanusiaan

Genosida Gaza: Titik Terendah Hubungan AS – Israel Akibat Resolusi PBB

by Adara Relief International
Maret 26, 2024
in Berita Kemanusiaan, Hukum dan HAM
Reading Time: 5 mins read
0 0
0
Genosida Gaza: Titik Terendah Hubungan AS - Israel Akibat Resolusi PBB
16
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on Telegram

Hubungan antara Israel dan pemerintahan Biden telah mencapai titik terendah sejak dimulainya serangan Israel ke Gaza, setelah AS abstain dalam pemungutan suara Dewan Keamanan PBB pada Senin (25/3) yang menyerukan gencatan senjata segera di Gaza.

Kantor Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengecam AS setelah negara tersebut memutuskan untuk tidak menggunakan hak vetonya, dengan mengatakan bahwa tindakan tersebut merupakan “kemunduran yang jelas dari posisi konsisten AS” dan bahwa hal tersebut “memberikan harapan kepada Hamas”, di tengah lemahnya perundingan di Doha, Qatar, untuk mencapai kesepakatan penyanderaan.

 AS sebelumnya telah memberi isyarat bahwa mereka akan mendukung apa yang disebutnya resolusi tidak mengikat yang menyerukan “gencatan senjata segera” selama bulan suci Ramadan. Meskipun teks tersebut juga menyerukan Hamas dan kelompok Palestina untuk membebaskan sandera yang mereka tangkap, teks tersebut tidak secara langsung menghubungkan nasib mereka dengan gencatan senjata.

Dalam ancaman publik yang luar biasa terhadap pemerintahan Biden tepat sebelum pemungutan suara, kantor Netanyahu mengancam akan membatalkan kunjungan delegasi senior Israel ke Washington, yang dijadwalkan untuk membahas invasi darat ke Rafah di Jalur Gaza selatan. Pekan lalu, AS mengatakan akan memberi Israel “alternatif” selain operasi darat di Rafah.

Kunjungan penasihat keamanan nasional Israel Tzachi Hanegbi dan Menteri Urusan Strategis Ron Dermer dibatalkan segera setelah resolusi tersebut disahkan. Juru bicara Dewan Keamanan Nasional AS, John Kirby, mengatakan “kami agak bingung” dengan pembatalan tersebut, dan menuding Netanyahu memperkeruh keadaan padahal mereka tidak perlu melakukannya.

Para pejabat AS bersikeras setelah pemungutan suara bahwa abstainnya AS tidak menandai perubahan kebijakan.  Namun, para analis memperkirakan hal ini bisa menjadi awal dari ketegangan yang lebih besar dengan Israel, karena Netanyahu berjanji untuk terus melakukan invasi ke Rafah meskipun ada peringatan dari AS.

“Inilah Bibi (panggilan Netanyahu),” Merissa Khurma, Direktur Program Timur Tengah di Wilson Center, mengatakan kepada Middle East Eye. “Dia tidak suka dipojokkan dan dia akan terus melawan.”

Pemerintahan Biden berselisih dengan Israel dalam berbagai poin kebijakan. Serangan Israel di Gaza telah menyebabkan lebih dari 32.000 kematian warga Palestina, terutama di kalangan perempuan dan anak-anak, menurut pejabat kesehatan Palestina.

Tingginya angka korban yang terbunuh telah memicu kemarahan dalam negeri terhadap Biden di kalangan progresif dan Arab-Amerika menjelang pemilihan presiden AS pada tahun 2024. Netanyahu juga kecewa dengan seruan AS untuk mendukung Otoritas Palestina dan meletakkan dasar bagi dimulainya kembali perundingan mengenai solusi dua negara.

Hingga hari Senin, pemerintahan Biden masih mempertahankan “dry power” – atau menunggu sebelum mengambil tindakan – dan memilih untuk menunjukkan rasa frustrasinya terhadap Israel terutama melalui perantara, gesekan verbal, dan kebocoran media.

Biden menggunakan acara kampanye untuk mengecam Israel dan menyebut kampanye pengebomannya sebagai tindakan “tanpa pandang bulu”.  Sementara itu, Gedung Putih membocorkan cerita bahwa presiden AS menyebut Presiden Israel sebagai “bajingan”.

 Awal bulan ini, anggota parlemen paling senior dari Partai Demokrat dan sekutu Biden – Senator Chuck Schumer – menyampaikan pidato yang menyerukan pemilihan umum untuk menggantikan Netanyahu.

 Meskipun demikian, AS tidak bersedia memberikan pengaruh nyata terhadap Israel dalam upaya mengubah tindakannya di Gaza sesuai keinginannya. Misalnya, tindakan pemerintahan Biden yang terus mengirimkan senjata ke Israel, seringkali mengabaikan Kongres dalam melakukan hal tersebut. 

Sejak perang pecah tanggal 7 Oktober, AS juga telah tiga kali melakukan veto terhadap seruan gencatan senjata di PBB. Secara terpisah, Washington juga memblokir amandemen yang menyerukan gencatan senjata yang diajukan Rusia, termasuk dalam resolusi Dewan Keamanan pada bulan Desember.

Aaron David Miller, mantan negosiator Timur Tengah AS untuk presiden Partai Republik dan Demokrat, mengatakan kepada MEE bahwa keputusan abstain pada hari Senin menandai “titik data empiris pertama” dari AS yang menggunakan pengaruhnya terhadap Israel.

Martin Indyk, mantan Duta Besar AS untuk Israel dan perunding perdamaian mantan Presiden Barak Obama, mengatakan bahwa keputusan AS adalah “memberi sinyal kepada Bibi bahwa rumahnya sedang terbakar dan dia tidak boleh menganggap remeh AS”.

Pemungutan suara pada hari Senin kemarin disambut dengan tepuk tangan di Dewan Keamanan PBB, sebuah momen langka dalam proses ini, yang telah membuat AS terisolasi di panggung dunia dan membela Israel di antara sekutu-sekutu Arab dan Eropanya. Sementara itu, meskipun Israel bergantung kepada AS untuk melakukan campur tangan di PBB, tidak jelas apakah permainan diplomatik pemerintahan Biden di PBB akan memengaruhi Israel dan mencapai tujuan kebijakan luar negeri AS.

Kesepakatan penyanderaan antara Hamas dan Israel yang berujung pada jeda enam minggu dalam pertempuran telah menjadi poros utama kebijakan AS, kata para pejabat dan mantan pejabat AS kepada MEE. Pemerintahan Biden berharap perjanjian tersebut dapat diubah menjadi gencatan senjata abadi yang mengakhiri pertempuran di Gaza dan memungkinkan dimulainya kembali negosiasi mengenai solusi dua negara, dengan penguatan Otoritas Palestina (PA) yang mengatur Jalur Gaza dan Tepi Barat yang diduduki.

Namun demikian, meskipun AS berharap dapat mengisolasi Netanyahu secara politik, ia bukan satu-satunya pejabat senior Israel yang bersumpah untuk terus melanjutkan perang di Gaza dan melancarkan serangan terhadap Rafah.  Mayoritas warga Israel juga mendukung serangan terhadap Rafah, yang menurut Israel merupakan basis tempat batalyon Hamas.

Berbicara di luar Gedung Putih pada Senin, hanya beberapa jam setelah pemungutan suara PBB, Menteri Pertahanan Israel Yoav Gallant mengatakan perang tidak akan berakhir sampai Israel berhasil membebaskan sekitar 130 sandera yang diyakini masih di Gaza. “Jika kita tidak mencapai kemenangan yang tegas dan mutlak di Gaza, perang yang lebih besar di utara akan semakin dekat,” katanya, mengacu pada pertempuran yang sedang berlangsung melawan Hizbullah di sepanjang perbatasan Lebanon-Israel.

Perdana Menteri sementara Lebanon, Najib Mikati, menggunakan resolusi PBB pada hari Senin sebagai pengaruh untuk menyerukan negara-negara agar “menekan” Israel untuk berhenti menyerang Lebanon.

Gallant dijadwalkan bertemu dengan Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin, Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken, dan penasihat keamanan nasional Jake Sullivan.  Dia diperkirakan akan membahas invasi Rafah dan juga mencari lebih banyak amunisi dan sistem persenjataan sehingga Israel dapat terus melancarkan perangnya.

Indikator penting mengenai apakah AS bersedia meningkatkan tekanannya terhadap Israel dapat muncul pada bulan-bulan berikutnya ketika Antony Blinken diperkirakan akan melakukan penilaian apakah penggunaan sistem senjata AS oleh Israel sesuai dengan hukum internasional dan kemanusiaan.

Netanyahu sudah tidak asing lagi dengan perselisihan dengan para pemimpin AS dan bisa memberikan tekanan pada Biden dengan memanfaatkan dukungannya dari anggota parlemen Partai Republik. Ketua DPR Mike Johnson mengatakan pekan lalu bahwa ia bermaksud mengundang pemimpin Israel untuk berpidato di sidang gabungan Kongres.

Sumber: 

https://www.middleeasteye.net

***

Baca Juga

Trump Tetapkan Anggota “Dewan Perdamaian” Gaza, Letakkan Pejabat AS dan Israel di Puncak

Israel Rencanakan Proyek “Rute 45” untuk Konsolidasikan Permukiman di Ramallah dan Al-Quds

Kunjungi situs resmi Adara Relief International

Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.

Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini

Baca juga artikel terbaru, klik di sini

ShareTweetSendShare
Previous Post

Israel Melarang UNRWA Memasuki Gaza Utara

Next Post

Update Hari ke-172 Genosida Israel di Gaza

Adara Relief International

Related Posts

Trump Tetapkan Anggota “Dewan Perdamaian” Gaza, Letakkan Pejabat AS dan Israel di Puncak
Berita Kemanusiaan

Trump Tetapkan Anggota “Dewan Perdamaian” Gaza, Letakkan Pejabat AS dan Israel di Puncak

by Adara Relief International
Januari 19, 2026
0
14

Presiden AS Donald Trump secara resmi menguraikan struktur "Dewan Perdamaian", yang diharapkan dapat "memenuhi" 20 poin rencana Trump untuk Gaza,...

Read moreDetails
Israel Rencanakan Proyek “Rute 45” untuk Konsolidasikan Permukiman di Ramallah dan Al-Quds

Israel Rencanakan Proyek “Rute 45” untuk Konsolidasikan Permukiman di Ramallah dan Al-Quds

Januari 19, 2026
14
Angka Kelahiran di Gaza Turun 41 Persen, Keguguran dan Kelahiran Prematur Meningkat

Angka Kelahiran di Gaza Turun 41 Persen, Keguguran dan Kelahiran Prematur Meningkat

Januari 19, 2026
11
Zionisme Kristen Ancam Keberadaan Umat Kristen di Palestina

Zionisme Kristen Ancam Keberadaan Umat Kristen di Palestina

Januari 19, 2026
27
Kampanye Vaksinasi Gelombang Kedua di Gaza Targetkan Anak di bawah Usia Tiga Tahun

Kampanye Vaksinasi Gelombang Kedua di Gaza Targetkan Anak di bawah Usia Tiga Tahun

Januari 19, 2026
11
Laporan Haaretz: AS Berpotensi Danai Pabrik Kendaraan Tempur Baru Israel hingga US$2 Miliar

Laporan Haaretz: AS Berpotensi Danai Pabrik Kendaraan Tempur Baru Israel hingga US$2 Miliar

Januari 15, 2026
21
Next Post
Update Hari ke-172 Genosida Israel di Gaza

Update Hari ke-172 Genosida Israel di Gaza

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TRENDING PEKAN INI

  • Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sebulan Setelah “Gencatan Senjata yang Rapuh”, Penduduk Gaza Masih Terjebak dalam Krisis Kemanusiaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Adara Resmi Luncurkan Saladin Mission #2 pada Hari Solidaritas Palestina

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 1,5 Juta Warga Palestina Kehilangan Tempat Tinggal, 60 Juta Ton Puing Menutupi Gaza

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Antara Sastra dan Peluru (2): Identitas, Pengungsian, dan Memori Kolektif dari kacamata Darwish dan Kanafani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Currently Playing

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

00:02:16

Edcoustic - Mengetuk Cinta Ilahi

00:04:42

Sahabat Palestinaku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:02:11

Masjidku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:32

Palestinaku Sayang | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:59

Perjalanan Delegasi Indonesia—Global March to Gaza 2025

00:03:07

Company Profile Adara Relief International

00:03:31

Qurbanmu telah sampai di Pengungsian Palestina!

00:02:21

Bagi-Bagi Qurban Untuk Pedalaman Indonesia

00:04:17

Pasang Wallpaper untuk Tanamkan Semangat Kepedulian Al-Aqsa | Landing Page Satu Rumah Satu Aqsa

00:01:16

FROM THE SHADOW OF NAKBA: BREAKING THE SILENCE, END THE ONGOING GENOCIDE

00:02:18

Mari Hidupkan Semangat Perjuangan untuk Al-Aqsa di Rumah Kita | Satu Rumah Satu Aqsa

00:02:23

Palestine Festival

00:03:56

Adara Desak Pemerintah Indonesia Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza

00:07:09

Gerai Adara Merchandise Palestina Cantik #lokalpride

00:01:06
  • Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
Donasi Sekarang

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630