Di Gaza utara, penyerbuan pasukan Israel ke Rumah Sakit al-Shifa telah berlangsung sejak Ahad malam, sementara semua komunikasi dengan staf medis yang terjebak di dalam rumah sakit menjadi sunyi pada Senin malam. Ini adalah kedua kalinya pasukan Israel menyerbu Rumah Sakit al-Shifa sejak Oktober, dengan klaim yang sama mengenai keberadaan tokoh Hamas di dalamnya, namun belum memberikan bukti.
Kebakaran juga terjadi di gedung spesialis bedah al-Shifa setelah serangan Israel dimulai. Terdapat sekitar 25.000 warga Palestina berlindung di kompleks medis tersebut, dan Israel menangkap 90 warga Palestina, termasuk jurnalis, dari dalam al-Shifa. Di antara mereka adalah koresponden Al-Jazeera di Gaza utara, Ismail al-Ghoul, yang dibebaskan setelah 12 jam ditahan.
Al-Ghoul kemudian mengatakan bahwa pasukan Israel menghancurkan tenda media di dalam Rumah Sakit al-Shifa dan menyita ponsel pintar, kamera, dan laptop dari jurnalis yang ditangkap dan pakaian mereka dilucuti.
“Pasukan Israel memborgol dan menutup mata kami serta menginterogasi semua jurnalis yang hadir di tempat itu,” katanya kepada Al-Jazeera Arab melalui panggilan telepon pada Senin .
Al-Ghoul adalah salah satu dari sedikit jurnalis yang meliput dari Gaza utara ke saluran TV arus utama. Dia baru-baru ini melaporkan pembantaian yang dilakukan pasukan Israel dengan membunuh ratusan warga Palestina yang sedang berkumpul untuk mendapatkan tepung dan bantuan lainnya di dekat bundaran Al-Nabulsi dan Jalan Al-Rashid di Kota Gaza.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








