Agresi Israel mendorong tingkat pengangguran warga Palestina di Tepi Barat dan Jalur Gaza hingga melampaui 50 persen, kata Organisasi Buruh Internasional (ILO) pada Senin.
Setengah juta pekerjaan telah hilang sejak 7 Oktober, menurut laporan Reuters. Jika serangan terus berlanjut hingga akhir Maret maka tingkat pengangguran diperkirakan akan melonjak hingga 57 persen, kata ILO.
Direktur Regional organisasi tersebut untuk Negara-negara Arab, Ruba Jaradat, mengatakan bahwa kehancuran infrastruktur dan sekolah, rumah sakit dan bisnis di Gaza turut “menghancurkan seluruh sektor ekonomi dan melumpuhkan aktivitas pasar tenaga kerja, dengan dampak yang tidak terhitung terhadap kehidupan dan penghidupan warga Palestina selama beberapa generasi mendatang.”
Di Gaza, sekitar 200.000 pekerjaan telah hilang, atau sekitar dua pertiga dari total lapangan kerja di wilayah tersebut. Sementara itu di Tepi Barat, laporan tersebut menggambarkan kondisi “hampir lockdown” dengan didirikannya lebih dari 650 pos pemeriksaan permanen dan sementara di seluruh wilayah. Hal ini menyebabkan konsekuensi negatif yang signifikan terhadap perekonomian. Lebih dari 300.000 pekerjaan di Palestina, atau sekitar sepertiga dari total lapangan kerja, telah hilang di sana.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








