Pasukan penjajah Israel mengumumkan bahwa mereka bermaksud untuk mengarahkan sebagian besar dari 1,4 juta warga Palestina yang terusir yang tinggal di Rafah, selatan Gaza, menuju pulau kemanusiaan di tengah Jalur Gaza sebelum invasi darat terjadi di wilayah tersebut.
Juru bicara militer Israel, Daniel Hagari, mengatakan bahwa pemindahan mereka dari Rafah ke area yang ditunjuk, yang disebut akan dilakukan dengan koordinasi dengan pihak internasional, merupakan bagian utama dari persiapan militer untuk invasi yang diharapkan di Rafah. Israel mengatakan bahwa kelompok pejuang Palestina menjaga empat batalyon di Rafah yang ingin Israel hancurkan. Dia menekankan bahwa pulau-pulau ini akan menyediakan tempat tinggal sementara, seperti makanan, air, dan kebutuhan lainnya bagi warga Palestina yang dievakuasi.
Dia tidak menyebutkan kapan penduduk Palestina di Rafah akan dievakuasi atau kapan serangan terhadap kota tersebut akan dimulai, tetapi hanya menjelaskan bahwa Israel ingin waktu yang tepat dari segi operasional dan agar dikoordinasikan dengan Mesir, yang mengatakan tidak menginginkan lonjakan warga Palestina yang terusir melintasi perbatasannya.
Nasib warga di Rafah telah menjadi sumber kekhawatiran besar sekutu Israel, termasuk AS dan organisasi kemanusiaan, yang percaya bahwa serangan terhadap wilayah itu akan mengakibatkan bencana.
Rafah juga merupakan titik masuk utama untuk bantuan yang sangat dibutuhkan ke Gaza.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan bahwa serangan terhadap Rafah adalah kunci untuk mencapai tujuan yang dinyatakan Israel, yaitu menghancurkan Hamas.
Pada awal perang, Israel mengarahkan para pengungsi ke sebidang tanah yang belum dibangun di sepanjang pantai Mediterania Gaza yang ditetapkan sebagai zona aman, tetapi kelompok bantuan mengatakan tidak ada rencana nyata untuk menerima jumlah besar orang terusir di sana. Selain itu, Israel juga telah menyasar daerah itu dalam serangan udaranya, membunuh puluhan warga Palestina, termasuk anak-anak.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








