Pada Senin (11/3), Netanyahu meminta Menteri Pertahanan, Menteri Keamanan Nasional, dan Menteri Keuangan Israel untuk membuka ruang di penjara Israel sebagai persiapan untuk penangkapan ribuan warga Palestina pada tahun ini.
Muthafar Thouqan, koordinator komite untuk mendukung tawanan Palestina, mengatakan kepada Al Jazeera bahwa perintah Netanyahu untuk mempersiapkan penjara bagi ribuan tawanan adalah bagian dari rencana Israel untuk menangkap lebih banyak penduduk Palestina dari Rafah dan juga Tepi Barat yang dijajah.
“Hal ini tidak hanya berdampak pada moral para tawanan (karena menyebabkan kepadatan berlebih dan penyebaran penyakit) namun juga menunjukkan adanya niat terencana untuk menyerang Rafah, yang menampung lebih dari 1,5 juta orang,” kata Thouqan.
Menurut Layanan Penjara Israel, jumlah tawanan Palestina di penjara-penjara Israel telah meningkat menjadi sekitar 9.000 orang.
Thouqan menambahkan bahwa 12 warga Palestina telah tewas dalam penjara sejak 7 Oktober “karena penyiksaan dan pengabaian medis,” yang menguatkan laporan penyiksaan, pelecehan, dan kekerasan seksual yang dilakukan Israel selama berbulan-bulan terhadap tawanan Palestina.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








