Philippe Lazzarini, kepala Badan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA), mengatakan pada Senin bahwa seluruh populasi bergantung pada bantuan kemanusiaan untuk bertahan hidup [di Gaza]. Namun, bantuan yang masuk sangat sedikit di tengah pembatasan yang meningkat.
Dia menambahkan bahwa pasukan Israel telah mengembalikan sebuah truk yang berisi bantuan ke Gaza utara karena truk tersebut berisi gunting yang digunakan dalam peralatan medis untuk anak-anak.
“Gunting medis kini ditambahkan ke daftar panjang barang terlarang yang diklasifikasikan oleh Pemerintah Israel sebagai ‘alat penggunaan ganda’,” tulisnya di X.
“Daftar tersebut mencakup barang-barang dasar dan penyelamat nyawa: mulai dari anestesi, lampu tenaga surya, tabung oksigen dan ventilator, hingga tablet pembersih air, obat-obatan kanker, dan perlengkapan bersalin,” terang ketua UNRWA tersebut.
Pekan lalu, Israel juga menolak masuknya 1.350 filter air yang didanai Inggris ke Gaza, karena menganggapnya sebagai ancaman.
Pada Selasa pagi, Kementerian Kesehatan Gaza melaporkan bahwa sangat sedikit truk bantuan yang tiba di Gaza utara melalui jalur darat.
Kementerian mengatakan bahwa truk-truk tersebut menempuh dua rute untuk mengirimkan bantuan ke Gaza: yang pertama adalah Jalan Salah al-Din, yang berakhir di dekat bundaran Kuwait, dan yang kedua adalah jalan tepi laut, tempat mereka mencapai persimpangan al-Nabulsi.
“Orang-orang berkumpul di dekat tempat-tempat ini, persimpangan al-Nabulsi dan bundaran Kuwait, berharap mendapatkan makanan. Pengeboman Israel terhadap orang-orang kelaparan telah menjadi rutinitas sehari-hari, sementara komunitas internasional hanya dapat menyaksikannya dari balik layar (ponsel) mereka,” kata kementerian itu dalam sebuah pesan di Telegram .
“Kelaparan akan membunuh seluruh penduduk Jalur Gaza bagian utara. Bantuan sangat sedikit. Dunia akan menyaksikan jumlah korban kelaparan terbesar dalam beberapa hari mendatang. Jika Anda tidak bertindak hari ini untuk menyelamatkan kami, kami semua akan mati,” kementerian memperingatkan dalam permohonan bantuan.
Selama beberapa pekan terakhir, Israel telah merekayasa kelaparan di Gaza dan terus mendorong peningkatan angka kelaparan yang disebabkan oleh manusia, sebuah strategi perang yang telah diperingatkan oleh beberapa pejabat PBB dan organisasi kemanusiaan. Mereka juga sepakat bahwa menyalurkan bantuan melalui jalur darat antara Israel dan Jalur Gaza lebih efektif dibandingkan mengirimkan bantuan melalui udara atau laut.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








