Kementerian Kesehatan di Jalur Gaza mengumumkan bahwa 2.000 petugas kesehatan di Jalur Gaza utara akan memulai bulan Ramadan tanpa sahur atau tanpa berbuka puasa.
Juru bicara kementerian Ashraf Al-Qudra mengatakan dalam sebuah pernyataan: “Tim medis bekerja sepanjang waktu di Gaza utara dan tidak punya apa-apa untuk dimakan.”
“Tubuh tim medis di Gaza utara semakin memburuk akibat kurangnya makanan.”
“Lebih dari 2.000 petugas kesehatan di Gaza utara akan memulai Ramadan tanpa sahur atau berbuka puasa.”
Dia meminta organisasi internasional dan bantuan untuk menyediakan makanan siap saji agar tim medis dapat melakukan pekerjaan mereka.
Sementara itu, direktur kantor informasi pemerintah di Gaza juga berbicara kepada Al Jazeera dan mengatakan bahwa situasi kemanusiaan di Gaza sangat buruk pada hari pertama bulan suci Ramadhan. Direktur tersebut mengatakan bahwa ribuan warga Palestina tidak mendapatkan makanan untuk berbuka puasa pada Senin malam.
Bulan Ramadan tahun ini datang ketika perang Israel di Jalur Gaza berlanjut memasuki hari ke-158. Akibat pembatasan yang dilakukan Israel, penduduk Gaza, terutama di Kota Gaza dan wilayah utara, berada di ambang kelaparan, mengingat sangat langkanya pasokan makanan, air, obat-obatan, dan bahan bakar.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








