Dalam 24 jam terakhir, pasukan Israel telah melakukan 13 pembantaian di berbagai wilayah Jalur Gaza, menurut Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza yang membunuh sedikitnya 124 orang dan melukai 210 orang. Juru bicara Kemenkes Dokter Ashraf Al-Qudra mengatakan pasukan Israel setidaknya telah membunuh 364 petugas kesehatan dan menangkap 269 orang lainnya sejak Oktober.
“Pasukan penjajah Israel menghancurkan 155 institusi kesehatan, membuat 32 rumah sakit dan 53 pusat kesehatan tidak dapat beroperasi serta menargetkan 126 ambulans dan menghentikan layanan mereka,” kata Al-Qudra.
Dia mengatakan para dokter mendokumentasikan sekitar satu juta kasus penyakit menular, dan kemampuan medis yang diperlukan tidak tersedia untuk mereka, sementara makanan dan air minum di Gaza utara sangat langka.
Save the Children melaporkan bahwa keluarga-keluarga Palestina di Gaza dipaksa mencari sisa-sisa makanan yang ditinggalkan tikus dan memakan dedaunan karena situasi yang sangat buruk akibat blokade bantuan oleh Israel ke Gaza.
UNRWA juga menggambarkan kematian bayi dan anak-anak Palestina akibat kekurangan gizi merupakan akibat manusia yang dapat diprediksi dan sepenuhnya dapat dicegah.
“Gaza telah menjadi neraka dunia. Kapan dunia akan mengatakan cukup?” UNRWA menulis di platform X.
UNRWA beroperasi dalam kondisi yang buruk dan anggaran yang ketat setelah AS dan sekutu Baratnya menangguhkan pendanaan untuk badan tersebut pada akhir Januari ketika Israel menuduh 12 staf UNRWA ikut serta dalam serangan tanggal 7 Oktober. UNRWA telah memecat staf tersebut dan membuka penyelidikan atas tuduhan yang belum dapat dibuktikan itu.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








