Pada tanggal 14-20 Februari 2024 tim penyaluran Adara baru saja bertolak ke kamp pengungsian Palestina di Turki Selatan tepatnya di wilayah Reyhanli atau Raihaniyah. Tim yang beranggotakan Maryam Rachmayani selaku Direktur Utama, Indah Kurniati selaku Direktur Keuangan, Nurul Fitriani sebagai Ketua Divisi Penyaluran terjun langsung menyerahkan bantuan dari masyarakat Indonesia.


Turut membersamai penyaluran langsung tersebut dua orang perwakilan dari Komunitas Qur’an Peduli Palestina (KQPP) yang merupakan salah satu mitra komunitas Adara. Bantuan disalurkan dalam bentuk alas tidur dan pakaian hangat bagi para yatim di pengungsian Palestina.
Pengungsian merupakan salah satu wilayah yang menjadi fokus Adara dalam menyalurkan bantuan kemanusiaan untuk Palestina tak terkecuali bantuan musim dingin. Hal itu dikarenakan kondisi pengungsian tidak jauh lebih buruk dibandingkan dengan Gaza atau wilayah Palestina lainnya yang terjajah. Cuaca ekstrem yang dialami oleh wilayah ini bisa mencapai di bawah nol derajat Celsius, hal itu tentu semakin memperburuk kondisi para pengungsi di sana.
Pada hari pertama penyaluran, tim Adara membagikan pakaian hangat untuk 100 anak pengungsi Palestina yang mana sebagian besar mereka adalah anak yatim. Tim mengajak mereka berbelanja langsung ke toko pakaian terdekat, masing-masing anak mendapatkan satu voucher belanja yang bisa ditukarkan dengan tiga barang yang mereka inginkan.




Terlihat senyum bahagia terpancar dari wajah anak-anak Palestina saat mereka mendapatkan baju maupun sepatu baru untuk musim dingin yang merupakan donasi dari Sahabat Adara. Mereka sangat berterima kasih kepada Sahabat Adara atas hadiah tersebut yang hanya bisa mereka dapatkan setahun sekali.
Pada hari kedua, tim Adara kembali menyambangi pengungsi Palestina ke rumah-rumah mereka. Kondisi tempat tinggal mereka sungguh sangat memprihatinkan, rumah seadanya yang terbuat dari terpal dan beralaskan tanah. Jika musim hujan tiba air akan menggenang dan dapat mengakibatkan timbulnya berbagai wabah penyakit.
Penderitaan lainnya yang dihadapi oleh para pengungsi adalah mereka tidak memiliki pekerjaan dan pemasukan tetap. Hidup mereka sangat bergantung kepada bantuan dari lembaga-lembaga sosial maupun NGO karena mereka sehari-hari hanya bekerja sebagai kuli tani, kuli bangunan, ART, tukang cat dan pekerjaan lainnya yang tidak menghasilkan upah yang cukup untuk bertahan hidup.
Ketika sampai di lokasi tim Adara langsung membagikan bantuan musim dingin berupa selimut dan alas tidur kepada 110 kepala keluarga dimana setiap keluarga mendapatkan dua kasur dan dua alas tidur.
Adara juga berkesempatan mewawancarai dua keluarga yang sudah lama tinggal di pengungsian tersebut. Salah satunya seorang ibu muda yang suaminya sudah meninggal dunia dua tahun silam.
“Dulu saya dan suami sibuk bekerja di ladang dan dialah yang menafkahi kami, akan tetapi saat ini saya bekerja sendirian, semoga Allah senantiasa bersama saya, agar saya bisa menghidupi kedua anak saya meski tanpa suami.” Ungkap salah seorang pengungsi yang kami wawancarai.

“Saya dikaruniai dua orang putra yang satunya masih bayi, kehidupan kami di sini sangat sulit. dan yang paling saya khawatirkan adalah ketika musim dingin tiba terlebih jika hujan deras, air akan menggenangi tempat tinggal kami. Harapan kami bantuan dari masyarakat dunia terutama Indonesia tidak berhenti di sini, terus berlanjut hingga kami bisa mendapatkan kehidupan yang jauh lebih baik.” Ungkap Amira ibu kedua yang kami wawancarai.
“Kami sangat berterima kasih kepada Adara yang tidak pernah melupakan kami.” Imbuhnya.


Menurut Direktur Utama Adara Relief International Maryam Rachmayani, kondisi warga Palestina yang berada di pengungsian sangat menyedihkan.
“Kita akan terus membantu mereka sebagaimana kita juga berkomitmen untuk terus membantu Gaza dan wilayah Palestina secara keseluruhan.” Tutur Maryam.
“Alhamdulillah saat ini Adara bersama anak-anak pengungsi Palestina, mereka terlihat sangat bahagia walaupun kondisi kehidupan mereka cukup menyedihkan.” Ucapnya.

Terima kasih Sahabat Adara dan seluruh masyarakat yang telah mengirimkan bantuan untuk warga Palestina yang berada di pengungsian melalui Adara Relief International. Kami terus mengajak seluruh Masyarakat Indonesia untuk terus bergerak menggalang dukungan dan donasi dari berbagai pihak untuk membantu meringankan beban warga Palestina baik yang berada di Palestina maupun pengungsian di tengah krisis kemanusiaan hingga mereka bisa bangkit kembali.








