Di tengah serangan dan pengepungan brutal yang dilakukan Israel, sektor layanan kesehatan di Gaza semakin menderita dan tidak mampu mengimbangi peningkatan jumlah pasien.
Selain itu, fasilitas medis lain di Gaza utara, Rumah Sakit Kamal Adwan, dinyatakan tidak berfungsi karena kehabisan bahan bakar. Ahmed al-Kahlout, direktur rumah sakit mengatakan bahwa menghentikan semua aktivitas medis akan menghilangkan hak ribuan pasien atas perawatan medis, seperti dilansir Al Jazeera.
Rumah Sakit Al-Awda di Kota Jabalia, Gaza utara, juga telah mengumumkan penghentian total semua layanan medisnya karena kekurangan bahan bakar dan pasokan medis. Direktur departemen pemantauan dan evaluasi di RS al-Awda, Dr. Muhammad Salha, memperingatkan dalam pernyataan pers bahwa situasi tersebut akan mengarah pada pengabaian lengkap terhadap layanan kesehatan dasar bagi warga, dan pada gilirannya layanan di semua rumah sakit di bagian utara Gaza akan berhenti.
Salha mengimbau semua organisasi internasional, kemanusiaan, dan hak asasi manusia untuk menekan segera Israel agar memasok rumah sakit dengan obat-obatan, pakaian, pasokan medis, dan bahan bakar.
Israel tidak hanya secara aktif merampas pasokan yang memadai dari rumah sakit, tetapi juga terus menyerang fasilitas tersebut. Pasukan Israel mengepung Rumah Sakit al-Awda selama 18 hari, menyebabkan kerusakan parah di lantai atas gedung, dan menghancurkan sejumlah ambulans.
sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








