Dalam 24 jam terakhir, pasukan Israel melakukan delapan pembantaian di berbagai wilayah di Jalur Gaza, menurut Kementerian Kesehatan Gaza, Israel menewaskan sedikitnya 76 warga Palestina dan melukai 110 orang lainnya.
Sejak Oktober, Israel telah membunuh 29.954 warga Palestina dan melukai 70.325 lainnya, sementara ribuan warga sipil masih berada di bawah reruntuhan tanpa diketahui nasibnya. Kantor berita WAFA melaporkan bahwa pengeboman Israel di Kota Gaza membunuh enam orang dan melukai 22 lainnya dalam semalam.
Mereka sedang menunggu truk bantuan tiba di jalan pesisir Harun al-Rashid, sebelah barat Kota Gaza, ketika pecahan bom melukai mereka secara fatal. Mereka kemudian meninggal di Rumah Sakit Al-Shifa di Kota Gaza.
Pasukan Israel juga mengebom lingkungan Al-Zaytoun, Al-Sabra dan Al-Rimal Al-Janoubi di Kota Gaza, serta mengebom bagian timur Khan Yunis dan kota Rafah di selatan dengan peluru artileri, dekat dengan tempat pengungsi berlindung.
Masyarakat Bulan Sabit Merah Palestina (PRCS) mengatakan pihaknya menyelamatkan 34 warga Palestina, menyusul pengeboman Israel terhadap dua rumah di Deir Al-Balah di Gaza tengah. PRCS merilis rekaman kru yang membawa obor mencari korban di tengah puing-puing beton dan dinding yang hancur dan retak.
Baik Rumah Sakit Nasser maupun Rumah Sakit Al-Amal masih menghadapi kondisi mengerikan di bawah pengepungan Israel, tanpa listrik, makanan yang cukup, atau air minum.
Di Gaza utara, staf medis di Rumah Sakit Al-Awda harus membatalkan semua operasi ortopedi dan operasi plastik setelah pengeboman Israel menghancurkan dua ruang operasi.
Direktur Al-Awda, Muhammad Salha, mengatakan kepada Al-Jazeera bahwa pengeboman tersebut menyebabkan semua layanan medis yang berkaitan dengan kebidanan dan ginekologi telah dihentikan sepenuhnya.
“Kami adalah satu-satunya rumah sakit di Gaza utara yang melakukan operasi ortoped. Tidak ada tempat alternatif lain di Gaza utara atau Kota Gaza karena rumah sakit milik Kementerian Kesehatan tidak dapat beroperasi sama sekali,” katanya.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








