Rumah sakit di Jalur Gaza terus mengalami kesulitan di bawah serangan Israel, sehingga sangat sulit bagi warga sipil Palestina untuk mendapatkan perawatan medis yang memadai.
Di Gaza Utara, Kementerian Kesehatan Palestina mengatakan situasinya tidak dapat didefinisikan karena rumah sakit kehabisan bahan bakar. Lemari pendingin kehabisan listrik, sehingga berisiko merusak obat-obatan dalam jumlah besar.
Kurangnya bahan bakar juga mempunyai konsekuensi yang sangat buruk bagi misi penyelamatan di wilayah yang dilanda perang, karena puluhan ambulans dan layanan medis tidak dapat digunakan. Hal ini juga menyebabkan pasien dialisis dan pasien yang memerlukan perawatan intensif menghadapi kematian karena kurangnya pasokan dasar.
Di Khan Younis, Gaza selatan, delegasi PBB mengamati “kondisi bencana” selama kunjungan ke Rumah Sakit al-Amal yang terkepung di kota tersebut.
“Delegasi tersebut menyaksikan tingkat kerusakan yang disebabkan oleh tembakan artileri pendudukan Israel di beberapa lantai rumah sakit, serta kondisi bencana di dalam rumah sakit karena kekurangan makanan, air minum, pasokan medis, dan obat-obatan,” kata Bulan Sabit Merah Palestina.
Sementara itu, di Rumah Sakit Nasser Khan Younis, penembak jitu masih berada di sekitar rumah sakit dan, tragisnya, masih menembaki apa pun yang bergerak di dekatnya. Hingga saat ini Kementerian Kesehatan Gaza mengatakan jumlah korban tewas akibat agresi Israel mencapai 29.782 orang pada Senin, dan 70.043 lainnya terluka.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








