Di Tepi Barat yang diduduki, pasukan Israel terus melakukan serangan militer setiap malam dan meneror kota-kota di Palestina. Pasukan Israel telah menembak mati tiga warga Palestina selama penggerebekan dalam 24 jam terakhir.
Menurut Kementerian Kesehatan Palestina, dua pria, yaitu Muhammad Ahmad Fayez Al-Awfi (36) dan Atta Muhammad Amer (19) ditembak di bagian kepala dan terbunuh di Kamp Pengungsi Tulkarem. Faisal Salama, pemimpin komite yang memberikan layanan ke kamp pengungsian di Tepi Barat yang diduduki, mengatakan kepada Al Jazeera bahwa pasukan Israel membunuh dua pemuda sebagai bagian dari rencana yang lebih luas untuk menekan komunitas Palestina melalui kekerasan, perusakan, dan intimidasi.
“Unit khusus Israel menyelinap ke dalam kamp dan bentrokan pun terjadi. Hal ini diikuti dengan kedatangan bala bantuan militer Israel dan buldoser besar ke kamp tersebut pada siang hari. Mereka juga mengepung warga di pasar dan siswa di sekolah selama operasi berlangsung,” kata Salama.
Pasukan Israel juga menembak mati seorang warga Palestina berusia 26 tahun, Anas Jamil Dwaik, di pos pemeriksaan Beit Furik, sebelah timur Nablus, Tepi Barat yang diduduki.
Serangan-serangan tersebut mengakibatkan lebih banyak korban jiwa, cedera, meneror warga sipil, dan mengakibatkan kerusakan infrastruktur, seperti yang saat ini terjadi di Kamp Pengungsi Tulkarem.
sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








