Menurut laporan dari surat kabar Haaretz, dalam beberapa minggu terakhir, para komandan militer Israel telah memerintahkan para prajuritnya untuk membakar tempat tinggal di Gaza tanpa persetujuan hukum yang diperlukan.
Laporan Terakhir menyatakan bahwa lebih dari separuh bangunan di Jalur Gaza telah hancur atau rusak dalam kampanye pengeboman Israel. Laporan ini mencakup periode dari 12 Oktober tahun lalu hingga 29 Januari, berdasarkan citra satelit.
Di seluruh Gaza, area permukiman telah hancur, jalur belanja yang sebelumnya ramai berubah menjadi reruntuhan, universitas-universitas hancur, dan lahan pertanian porak-poranda, sementara kota-kota tenda bermunculan di perbatasan selatan untuk menampung ribuan orang yang menjadi pengungsi. Sejak Desember, Khan Yunis mengalami kehancuran besar oleh pasukan Israel. Analisis BBC mengungkapkan bahwa antara 144.000 hingga 175.000 bangunan di seluruh Jalur Gaza telah rusak atau hancur, atau kisaran 50% hingga 61% bangunan di Gaza.”
Hampir dua juta warga Palestina telah mengungsi secara internal, sebagian besar melarikan diri dari bagian utara dan tengah Gaza ke kota Rafah, yang berbatasan dengan Mesir di selatan. Namun, bombardir Israel mengejar mereka ke sana, dan dalam beberapa minggu terakhir, hujan dan cuaca dingin telah membuat kehidupan sehari-hari menjadi sangat tidak menyenangkan bagi ribuan keluarga di tengah kurangnya makanan yang memadai, air bersih, dan sumber pemanas yang diperlukan.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








