Pengeboman Israel di Jalur Gaza telah menyebabkan hampir dua juta warga Palestina terusir. Sebagian besar dari mereka dipaksa masuk ke Rafah, kota terujung selatan Gaza yang berbatasan dengan Mesir. Populasi Palestina di Gaza terdiri dari 80 persen pengungsi yang terusir pada 1948, dan sekarang atau 75 tahun kemudian mereka kembali terusir. Mereka mengalami trauma yang dialami oleh kakek-nenek mereka selama Nakba.
Di Rafah, ribuan keluarga Palestina menghabiskan hari mereka di tenda dan di bawah guyuran hujan lebat, sambil menggali saluran untuk mengalirkan air agar menjauh dari kasur mereka.
Seorang warga Palestina yang sedang naik tangga untuk memperbaiki tendanya dengan terpal nilon yang kuat memberi tahu Al-Jazeera bahwa keluarganya telah terusir tiga kali, dari Gaza ke Al-Nuseirat, ke Khan Yunis, dan sekarang ke Rafah.
Tidak setiap warga Palestina bisa meninggalkan utara Gaza atau Khan Younis, dan banyak yang sekarang memilih untuk membangun tempat perlindungan di atas puing-puing rumah mereka yang hancur. Mereka menggunakan apa pun bahan yang bisa mereka temukan di antara puing-puing untuk melindungi diri dari cuaca.
Oum Imad, seorang warga Palestina dari Kota Abbsan, mengatakan kepada WAFA bahwa dia harus berjalan selama tiga hari untuk tiba di Rafah. “Ketika saya tiba di sini, saya tidak menemukan sepotong makanan atau tenda. Saya tidur di jalan dengan ditemani oleh anak-anak yatim piatu, yang bertahan tanpa ibu atau ayah. Ini adalah perang yang paling sulit. Saya menyaksikan semua agresi di Gaza. Saya berusia 70 tahun, dan ini yang paling sulit dari semuanya,” katanya.
Sementara itu, Kementerian Kesehatan Palestina mengatakan pada Minggu (28/1) bahwa jumlah warga Palestina yang terbunuh akibat serangan Israel di Gaza sejak 7 Oktober telah meningkat menjadi 26.422 orang dan setidaknya 65.087 lainnya telah terluka selama periode tersebut.
sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini









Wah, tadi aku cek website ini, keren banget! Antarmukanya simpel, dan desainnya bagus banget. Puas deh!