Agensi Pekerjaan dan Pemulihan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Pengungsi Palestina di Timur Dekat (UNRWA), telah mengalami pemotongan pendanaan setelah beberapa stafnya dituduh oleh Israel terlibat pada peristiwa 7 Oktober.
PBB mengatakan bahwa mereka telah mengakhiri kontrak sembilan dari 12 staf atas tuduhan tersebut dan berjanji untuk meminta pertanggungjawaban kepada karyawannya. Namun, mereka mengungkapkan keheranan mereka atas pemotongan pendanaan secara brutal oleh beberapa negara Barat di tengah bencana kemanusiaan di Gaza yang telah hancur akibat serangan Israel, dalam waktu hampir empat bulan terakhir ini.
“Sangat tidak bertanggung jawab untuk memberikan sanksi kepada sebuah Agensi dan seluruh komunitas yang dilayaninya karena tuduhan tindak kriminal terhadap beberapa individu, terutama pada masa perang, pengusiran, dan krisis politik di wilayah tersebut,” kata Philippe Lazzarini, kepala UNRWA, dalam pernyataan pada Sabtu (26/1).
PBB dan pejabat Palestina telah meminta agar pendanaan untuk pekerjaan penting agensi ini tetap berlanjut.
sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








