Pakar Hak Asasi Manusia PBB melaporkan bahwa saat ini, 80 persen dari total kelaparan di seluruh dunia berada di Gaza. Hal ini menandai krisis kemanusiaan yang belum pernah terjadi di sana, disertai dengan pengeboman dan pengepungan terus-menerus oleh Israel. Selain itu, sekitar 335.000 anak berusia di bawah lima tahun berisiko tinggi mengalami malnutrisi yang parah, menurut pernyataan tersebut.
Malnutrisi pada anak-anak berarti generasi sekarang berada dalam bahaya stunting. Stunting terjadi ketika pertumbuhan anak kecil terhambat karena kurangnya gizi yang memadai dan menyebabkan gangguan fisik dan kognitif yang tidak dapat diperbaiki, jelas para ahli. Ini akan merusak kapasitas belajar seluruh generasi. Wanita hamil juga tidak menerima nutrisi dan perawatan kesehatan yang memadai sehingga membahayakan nyawa mereka.
Para ahli memperingatkan bahwa tidak ada tempat yang aman di Gaza karena Israel memberlakukan pengepungan total terhadap wilayah tersebut dan memutus akses 2,3 juta warga Palestina dari air, makanan, bahan bakar, obat-obatan, serta pasokan medis.
Blokade yang dilakukan Israel selama 17 tahun atau sejak 2007, membuat sekitar setengah dari total populasi di Gaza tidak memiliki keamanan pangan dan lebih dari 80 persen bergantung pada bantuan kemanusiaan.
Selain itu, sebagian besar distribusi bantuan terfokus di wilayah selatan. Sejak 1 Januari, hanya 21 persen (5 dari 24) rencana pengiriman bantuan yang membawa makanan dan pasokan penting lainnya, yang berhasil mencapai tujuan mereka di utara Wadi Gaza.
Sumber:
https://www.palestinechronicle.com/every-gazan-is-hungry-as-israel-weaponizes-food-un-experts/
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








