Puluhan ribu warga Palestina yang terusir berdesak-desakan di wilayah Rafah, perbatasan Gaza dengan Mesir untuk menghindari serangan Israel, demikian laporan PBB pada Rabu (6/12). Meski demikian, mereka tetap mengkhawatirkan keamanan di sana, seperti dilansir oleh Reuters.
PBB menyatakan bahwa sebagian besar warga yang mengungsi ke Rafah tidur di luar karena kekurangan tenda. Warga sipil berdatangan, termasuk dari Kota Khan Younis di selatan Gaza, setelah mendapatkan perintah evakuasi dari militer Israel.
Menurut PBB, sekitar 80 persen dari 2,3 juta penduduk Gaza telah mengungsi dari rumah mereka selama agresi, dan banyak dari mereka telah pindah berulang kali di bawah serangan udara. Kota Rafah berjarak sekitar 13 km dari Khan Yunis, yang sedang mengalami serangan sengit. Kota ini berbatasan dengan Mesir, dan penyeberangan Rafah adalah satu-satunya titik penyeberangan antara Mesir dan Jalur Gaza.
Laporan PBB yang dikeluarkan pada hari Rabu (6/12) menyatakan bahwa meskipun beberapa bantuan telah masuk ke Gaza dari Mesir melalui Penyeberangan Rafah, distribusinya terhambat oleh kekurangan truk dan akses staf karena agresi yang dimulai kembali.
sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini
#Palestine_is_my_compass
#Palestina_arah_perjuanganku
#Together_in_solidarity
#فلسطين_بوصلتي
#معا_ننصرها








