Sebanyak bayi yang lahir prematur telah dievakuasi dari rumah sakit terbesar di Gaza ke Mesir untuk mendapat perawatan darurat pada hari Senin (20/11). Pihak berwenang Palestina dan WHO mengatakan 12 bayi meninggal di rumah sakit Gaza lainnya yang dikepung oleh tank-tank Israel. Bayi-bayi yang baru lahir tersebut dirawat di Rumah Sakit Al Shifa di Gaza utara. Beberapa bayi lainnya meninggal setelah inkubator mereka rusak di tengah runtuhnya layanan medis selama serangan militer Israel di Kota Gaza.
Pasukan Israel menyerang RS Al-Shifa sejak pekan lalu untuk mencari ‘jaringan terowongan Hamas’ yang dibangun di bawahnya. Ratusan pasien, staf medis, dan pengungsi terpaksa meninggalkan RS Al-Shifa pada akhir pekan. Para dokter mengatakan mereka diusir oleh tentara, sedangkan Israel mengatakan kepergian mereka bersifat ‘sukarela’.
Rekaman live yang disiarkan oleh TV Al Qahera Mesir menunjukkan staf medis dengan hati-hati mengangkat bayi dari dalam ambulans dan menempatkan mereka di inkubator bergerak, yang kemudian didorong melintasi tempat parkir menuju ambulans lainnya. Bayi-bayi tersebut diangkut pada hari pekan ke sebuah rumah sakit di Rafah, di perbatasan selatan Gaza, untuk menstabilkan kondisi mereka sebelum dipindahkan ke Mesir. Semua bayi yang dievakuasi tengah “berjuang melawan infeksi serius”, kata juru bicara Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Delapan bayi telah meninggal sejak dokter di Al-Shifa pertama kali memberikan peringatan internasional pada bulan ini tentang 39 bayi prematur yang berisiko akibat kurangnya pengendalian infeksi, air bersih dan obat-obatan di bangsal neo-natal. Di Rumah Sakit Indonesia, yang didanai oleh Jakarta, Kementerian Kesehatan Gaza mengatakan sedikitnya 12 bayi Palestina tewas dan puluhan lainnya luka-luka akibat tembakan ke dalam kompleks rumah sakit yang dikelilingi tank Israel. Pejabat kesehatan mengatakan 700 pasien, bersama dengan staf, masih berada di bawah serangan Israel.
Kantor berita Palestina, WAFA, mengatakan fasilitas di Kota Beit Lahia di timur laut Gaza telah terkena serangan artileri. Staf rumah sakit membantah ada kelompok bersenjata di tempat tersebut. Ketua Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Tedros Adhanom Ghebreyesus, mengatakan dia “terkejut” dengan serangan yang membunuh 12 orang tersebut, termasuk pasien, mengutip laporan yang tidak disebutkan secara spesifik. “Petugas kesehatan dan warga sipil tidak boleh mengalami situasi brutal seperti itu, terutama saat berada di dalam rumah sakit,” katanya di platform media sosial X.
Indonesia mengutuk serangan Israel terhadap rumah sakit tersebut, yang didirikan pada tahun 2016. Mereka mengatakan bahwa hal tersebut jelas-jelas melanggar hukum internasional.
Seperti semua fasilitas kesehatan lainnya di bagian utara Gaza, Rumah Sakit Indonesia sebagian besar telah berhenti beroperasi, tetapi masih memberikan perlindungan bagi pasien, staf, dan warga yang mengungsi. Israel telah memerintahkan evakuasi total di wilayah utara, tetapi ribuan warga sipil masih bertahan. Makanan, bahan bakar, obat-obatan dan air minum telah habis di seluruh wilayah kantong tersebut akibat blokade Israel selama enam minggu.
Badan amal medis, Medecins Sans Frontieres, mengatakan kliniknya di Kota Gaza juga mendapatkan ancaman pada hari Senin. “Rekan-rekan kami melihat tembok dirobohkan dan sebagian bangunan dilalap api, sementara pertempuran sengit terjadi di sekitarnya. Sebuah tank Israel terlihat di jalan,” katanya di X.
Sementara itu di selatan, tempat ratusan ribu warga Gaza melarikan diri dari wilayah utara Gaza dan berlindung, setidaknya 14 warga Palestina terbunuh dalam dua serangan Israel terhadap rumah-rumah di Rafah. Belum ada komentar langsung dari Israel mengenai kedua insiden tersebut.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini
#Palestine_is_my_compass
#Palestina_arah_perjuanganku
#Together_in_solidarity
#فلسطين_بوصلتي
#معا_ننصرها








