Direktorat Komunikasi Turki telah mengungkap lebih dari 100 berita palsu tentang serangan Israel di Gaza, kata direkturnya pada hari Senin (13/11).
“Sebagai hasil dari upaya yang berkelanjutan dari Pusat Pemberantasan Disinformasi, sejak 7 Oktober, kami telah mengungkap lebih dari 100 berita palsu yang sengaja disebar mengenai serangan Israel di Gaza dan kami mengungkapkan kebenarannya,” kata Fahrettin Altun pada Simposium Ilmu Komunikasi Internasional ke-3 di Provinsi Sakarya di Turki.
Pusat tersebut menerbitkan lima buletin khusus tentang Palestina, kata Altun. “Kami segera menyampaikan kebenaran kepada masyarakat global karena kecepatan adalah salah satu elemen terpenting dalam perang melawan disinformasi. Sayangnya, jika Anda menunda (mengambil tindakan), disinformasi cenderung menggantikan dan menenggelamkan kebenaran dengan kebohongan,” tambahnya.
Altun mengatakan bahwa disinformasi mengenai penderitaan Gaza diproduksi dan disebarluaskan secara tidak bertanggung jawab, bahkan oleh para pejabat dan presiden. “Kampanye disinformasi yang bertujuan untuk menutupi kejahatan dan pembantaian di Gaza diupayakan untuk diubah menjadi alat kebijakan luar negeri di tangan para aktor yang memiliki rencana gelap terkait Timur Tengah dan Mediterania Timur.”
Mereka tahu bahwa masalah disinformasi sangat memengaruhi kemampuan masyarakat, institusi dan individu untuk mengakses informasi yang dapat diandalkan dan membuat keputusan yang tepat, sehingga menimbulkan perasaan putus asa, ketidakpastian, dan kekacauan, tambah Altun.
Dengan melakukan kejahatan perang di Gaza di hadapan seluruh dunia, Israel “menunjukkan contoh fasisme dan imperialisme rasis yang paling buruk dan paling biadab,” katanya.
Mengingat jutaan orang dibunuh oleh pejabat negara di kamp konsentrasi di Eropa pada paruh pertama abad ke-20, Altun mengatakan “para penjahat itu tidak dilupakan, mereka dikutuk hingga hari ini. Penjahat masa kini juga tidak akan dilupakan. Para pembunuh di Gaza akan dimintai pertanggungjawaban.”
Dia menambahkan bahwa Israel secara bersamaan melakukan kampanye disinformasi kotor serta secara terbuka melakukan kejahatan perang dan pembantaian.
“Israel berusaha untuk melegitimasi dan mengaburkan pembantaian yang dilakukan terhadap warga Palestina, anak-anak Gaza, perempuan, laki-laki, orang lanjut usia, jurnalis dan petugas kesehatan. Singkatnya, terhadap orang yang tidak bersalah, melalui kampanye disinformasi yang sistematis.”
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini
#Palestine_is_my_compass
#Palestina_arah_perjuanganku
#Together_in_solidarity
#فلسطين_بوصلتي
#معا_ننصرها








