Seorang dokter di Rumah Sakit Al-Shifa di Kota Gaza mengatakan pada Sabtu bahwa tentara Israel menembaki mereka yang ingin melarikan diri dari rumah sakit, Anadolu melaporkan.
Tentara Israel telah mengepung area rumah sakit. “Mereka bahkan tidak berjarak satu meter pun, mereka sudah berada di depan pintu,” kata Fadia Malhis, seorang ginekolog di rumah sakit tersebut, kepada koresponden Anadolu dalam percakapan telepon yang sering terputus.
“Mereka menembak siapa saja yang ingin keluar dari rumah sakit. Jika ada yang berpindah antarunit, mereka juga akan menembaknya. Banyak syuhada di halaman depan UGD, situasinya sangat buruk dan berbahaya, tidak dapat digambarkan,” ujarnya.
“Ini seperti penjara tanpa air, listrik, atau makanan. Ada lebih dari 100 orang yang mati syahid di taman itu. Mereka menembaki orang-orang yang mencoba menguburkan para syuhada di halaman rumah sakit. Taman rumah sakit penuh dengan para martir. Beberapa mencoba melarikan diri dari rumah sakit, dan mereka juga membunuh mereka. Mereka juga menembaki saya,” tambahnya.
Menurutnya, pemadaman listrik di rumah sakit telah memperburuk kondisi bayi di di unit perawatan intensif, ia mengatakan: “Ada 60 bayi di unit perawatan intensif, 39 di antaranya diinkubator. Satu bayi meninggal pada sore hari. (Bayi-bayi) ini akan mati satu demi satu.”
Dia menyerukan tindakan segera untuk menghentikan serangan di sekitar rumah sakit, dengan mengatakan: “Tolong selamatkan kami, hentikan perang ini, jika tidak kami akan mati. Ada orang mati di mana-mana. Selamatkan kami, situasinya sangat buruk.”
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini
#Palestine_is_my_compass
#Palestina_arah_perjuanganku
#Together_in_solidarity
#فلسطين_بوصلتي
#معا_ننصرها








