Para pejabat Israel menolak menghadiri “konferensi kemanusiaan” untuk Gaza, yang diselenggarakan di Paris oleh Presiden Prancis Emmanuel Macron. Meskipun tidak hadir, kantor Macron menegaskan bahwa Israel memiliki “kepentingan yang sama terhadap perbaikan situasi kemanusiaan di Gaza.”
Macron dan Netanyahu melakukan pembicaraan pada Selasa kemarin, dan mereka dijadwalkan untuk melakukan diskusi lebih lanjut setelah berakhirnya konferensi bantuan, jelas Istana Elysee.
Hal ini terjadi setelah Macron juga berbicara dengan Presiden Mesir Abdel Fattah Al-Sisi dan Emir Qatar, Sheikh Tamim Bin Hamad Al-Thani, pada hari yang sama. Kedua negara terlibat dalam upaya meningkatkan bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza.
Israel telah melancarkan serangan udara dan darat tanpa henti di Gaza sejak serangan lintas batas oleh Hamas pada 7 Oktober. Setidaknya 10.569 warga Palestina tewas, termasuk 4.324 anak-anak dan 2.823 wanita, serta 26.475 orang terluka.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) kemarin memperingatkan adanya wabah penyakit menular di Jalur Gaza akibat terganggunya fasilitas kesehatan, serta hancurnya sistem air dan sanitasi akibat pengeboman Israel.
WHO menekankan perlunya “akses bantuan kemanusiaan yang mendesak dan dipercepat – termasuk bahan bakar, air, makanan, dan pasokan medis – ke dalam dan di seluruh Jalur Gaza.” Ia menambahkan bahwa “semua pihak yang terlibat konflik harus mematuhi kewajiban mereka berdasarkan hukum kemanusiaan internasional untuk melindungi warga sipil dan infrastruktur sipil, termasuk layanan kesehatan.”
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini
#Palestine_is_my_compass
#Palestina_arah_perjuanganku
#Together_in_solidarity
#فلسطين_بوصلتي
#معا_ننصرها








