Jon Voight mengutuk putrinya, Angelina Jolie, yang mengkritik kampanye pengeboman Israel di Gaza dan seruannya untuk gencatan senjata di Gaza. Dalam sebuah video, Voight berkata: “Saya sangat kecewa karena putri saya, seperti kebanyakan putri lainnya, tidak memahami kehormatan Tuhan, kebenaran Tuhan.” “Ini tentang menghancurkan sejarah tanah Tuhan, Tanah Suci. Tanah Orang Yahudi. Inilah keadilan bagi anak-anak Tuhan di Tanah Suci. Tentara Israel harus melindungi tanahmu, rakyatmu. Ini adalah perang. Hal ini tidak seperti yang difikirkan oleh kelompok kiri, mereka (penduduk Palestina) bukanlah rakyat sipi,” lanjutnya.
Menyangkal klaim bahwa anak-anak Palestina yang tidak bersalah dibunuh oleh Israel, ia berkata: “Adalah kebohongan bahwa Israel membunuh orang-orang yang tidak bersalah, padahal semua orang mempunyai keinginan bebas untuk pergi, tetapi mereka adalah tawanan dari negara barbar yang menggunakan mereka sebagai tameng.” Ia tidak menyebutkan blokade Israel selama 17 tahun di Gaza yang membuat tidak satu pun penduduknya mempunyai kebebasan untuk bepergian, atau fakta bahwa semua penyeberangan antara Gaza dan Israel dan Mesir telah ditutup sejak 7 Oktober ketika Israel melancarkan kampanye pengebomannya, membuat seluruh penduduk terjebak di daerah kantong tersebut.
“Israel diserang dan kalian bodoh menyebut Israel sebagai masalahnya,” lanjutnya. “Rakyat Palestina tidak diabaikan dalam hal keuangan, mereka telah diberi suntikan dana dalam jumlah besar yang tidak mereka bagikan kepada rakyatnya, mereka malah membuat senjata untuk kemarahan mereka,” katanya, dengan mengabaikan angka kemiskinan sebesar 65 persen sebagai dampak blokade Israel di Jalur Gaza, khususnya akibat kontrol Israel terhadap perekonomian, impor, ekspor, dan perairan perikanan Gaza.
Pernyataan Voight sangat kontras dengan pernyataan putrinya yang mengatakan: “Apa yang terjadi di Israel adalah tindakan teror. Namun hal ini tidak dapat membenarkan hilangnya nyawa tak berdosa dalam pengeboman terhadap penduduk sipil di Gaza yang tidak memiliki tempat tujuan, tidak memiliki akses terhadap makanan atau air, tidak ada kemungkinan untuk dievakuasi, dan bahkan tidak memiliki hak asasi manusia yang mendasar untuk melintasi perbatasan untuk mencari perlindungan.” Dia kemudian menyerukan agar dilakukannya “apa pun yang dapat mencegah jatuhnya korban sipil dan menyelamatkan nyawa”.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini
#Palestine_is_my_compass
#Palestina_arah_perjuanganku
#Together_in_solidarity
#فلسطين_بوصلتي
#معا_ننصرها








