Komisaris Jenderal Agensi Pekerjaan dan Pemulihan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Pengungsi Palestina di Timur Dekat (UNRWA), Philippe Lazzarini, mengatakan 70 persen dari korban tewas akibat agresi Israel di Jalur Gaza sejak 7 Oktober adalah anak-anak dan perempuan. Ia lebih lanjut memperingatkan bahwa tidak ada lagi tempat yang aman di Gaza. Dia menunjukkan bahwa gereja, masjid, rumah sakit dan fasilitas sipil yang menampung pengungsi telah menjadi sasaran. Ia menyebutkan bahwa serangan Israel tersebut merupakan hukuman kolektif bagi warga Palestina yang hidup di bawah blokade.
Sementara itu, Direktur Eksekutif Dana Anak-anak Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNICEF), Catherine Russell, menjelaskan bahwa agresi Israel telah mengakibatkan terbunuhnya lebih dari 3.400 anak-anak dan melukai sedikitnya 6.300 lainnya. Dia memperkirakan bahwa jumlah ini menunjukkan bahwa 420 anak-anak telah dibunuh atau terluka setiap harinya. Dia juga melaporkan bahwa serangan Israel telah mengakibatkan kehancuran total atau sebagian dari setidaknya 221 sekolah dan lebih dari 177.000 rumah.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini
#Palestine_is_my_compass
#Palestina_arah_perjuanganku
#Together_in_solidarity
#فلسطين_بوصلتي
#معا_ننصرها








