Kementerian Pendidikan Tinggi dan Riset Ilmiah pada Senin menyatakan 427 siswa dan 12 staf sekolah di Jalur Gaza dan Tepi Barat telah tewas sejak dimulainya agresi Israel di Jalur Gaza pada 7 Oktober. Mereka menunjukkan bahwa 85% kematian tercatat di Jalur Gaza.
Dalam sebuah pernyataan, kementerian menjelaskan bahwa jumlah korban jiwa sebenarnya kemungkinan lebih tinggi. Ini terjadi akibat pengeboman dan pembantaian Israel sepanjang waktu dan adanya sejumlah besar korban yang masih terjebak di bawah reruntuhan di Gaza.
Kementerian mengindikasikan bahwa 11 gedung pendidikan tinggi rusak seluruhnya atau sebagian, termasuk sembilan di Jalur Gaza dan dua di Tepi Barat. Laporan tersebut menunjukkan bahwa seluruh proses pendidikan di 19 institusi pendidikan tinggi di Jalur Gaza terganggu, sehingga 88.000 siswa kehilangan akses pendidikan sejak dimulainya agresi.
Selain itu, telah terjadi gangguan terhadap pembelajaran tatap muka di seluruh 34 institusi pendidikan tinggi di Tepi Barat, yang melayani lebih dari 138.800 mahasiswa. Ini merupakan akibat dari sulit dan bahayanya komunikasi akibat pos pemeriksaan Israel dan serangan terus menerus.
Kementerian menjelaskan, terdapat ratusan mahasiswa dan staf universitas yang ditahan di Tepi Barat, serta ribuan korban luka di Jalur Gaza, yang jumlahnya belum dapat ditentukan karena kondisi lapangan yang kritis. Informasi dan angka-angka yang disertakan dalam pernyataan ini terus berubah dan meningkat karena agresi yang masih terus berlanjut terhadap Jalur Gaza dan serangan di Tepi Barat, termasuk Al-Quds (Yerusalem).
Sumber:
https://english.wafa.ps/Pages/Details/138817
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini
#Palestine_is_my_compass
#Palestina_arah_perjuanganku
#Together_in_solidarity
#فلسطين_بوصلتي
#معا_ننصرها








