Hari Ke-1 (7 Oktober 2023)
- Gerakan Perlawanan Palestina Hamas memulai operasi Al-Aqsa Flood sebagai respon atas meningkatnya kekerasan pemukim Israel di Masjid Al-Aqsa.
- Hamas menyerang wilayah Israel melalui jalur darat, laut, dan udara menggunakan roket.
- Militer Israel membalas serangan tersebut dengan melancarkan Operation Swords of Iron.
- Serangan Israel tidak hanya menargetkan pihak Hamas, tetapi juga menargetkan warga sipil Palestina, termasuk perempuan dan anak-anak.
Hari Ke-2 (8 Oktober 2023)
- Sebanyak 413 warga Palestina tewas, termasuk 78 anak-anak dan 41 perempuan, sedangkan 2.300 lainnya menderita luka-luka.
- Serangan brutal Israel membuat lebih dari 20.000 penduduk Gaza terpaksa mengungsi ke 44 sekolah UNRWA.
- Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengancam akan menghentikan aliran listrik, bahan bakar, dan masuknya barang-barang kebutuhan pokok ke Gaza.
- Serangan udara Israel menargetkan Rumah Sakit Indonesia di Gaza, menewaskan satu staf medis yang sedang berada di dekat area rumah sakit.
Hari Ke-3 (9 Oktober 2023)
- Sebanyak 678 warga Palestina tewas, termasuk 91 anak-anak dan 61 perempuan, sedangkan 2.751 lainnya menderita luka-luka.
- 17.500 keluarga yang terdiri atas 123.538 orang menjadi pengungsi internal di Gaza. 137.000 di antaranya berlindung di 64 sekolah.
- Pengeboman mengakibatkan kerusakan sejumlah properti, 159 unit rumah hancur, 1.210 unit rusak parah, 7 masjid hancur fasilitas air dan sanitasi rusak, dan listrik hanya tersedia selama 3-4 jam sehari.
- Menteri Pertahanan Israel Yoav Gallant menyebut warga Palestina sebagai “binatang”. Ia mengatakan: “Kami memerangi binatang dan kami bertindak selayaknya,”
- Sejumlah negara seperti Arab Saudi, Qatar, Irak, dan Turki mengecam agresi Israel terhadap Jalur Gaza dan menuntut diakhirinya kekerasan sesegera mungkin.
Hari Ke-4 (10 Oktober 2023)
- Sebanyak 849 warga Palestina tewas, termasuk 140 anak-anak, sedangkan 4.360 lainnya menderita luka-luka.
- Pesawat tempur Israel menghancurkan 22.639 unit rumah, 10 institusi kesehatan, dan 48 sekolah.
- 187.000 penduduk Gaza mengungsi ke 70 penampungan akibat pengeboman brutal yang terus terjadi.
- Israel mengebom penyeberangan Rafah, memutus pasokan air, makanan, listrik, dan kebutuhan pokok lainnya untuk penduduk Gaza.
- WHO menyeru dibentuknya koridor kemanusiaan untuk memasok keperluan medis. WFP juga meluncurkan operasi darurat untuk memberi bantuan makanan kepada 800.000 penduduk Gaza.
- Presiden Indonesia Joko Widodo buka suara mengenai agresi Gaza. Dalam sebuah pernyataan resmi, Presiden Joko Widodo mendesak agar agresi dan kekerasan segera dihentikan.
Hari Ke-5 (11 Oktober 2023)
- Sebanyak 1.100 warga Palestina tewas, 60 persen terdiri dari anak-anak dan perempuan, sedangkan 5.339 lainnya menderita luka-luka.
- Israel menuduh gerakan perlawanan Palestina Hamas telah memenggal kepala anak-anak Israel dan menargetkan perempuan serta warga sipil.
- Lebih dari 1.000 unit tempat tinggal rusak akibat bom Israel dan membuat 560 di antaranya tidak layak huni.
- 263.934 warga Palestina terpaksa mengungsi akibat pengeboman, 175.000 orang mencari perlindungan di 88 sekolah UNRWA, 14.500 orang berlindung di 12 sekolah pemerintah, dan 74.000 orang mencari perlindungan bersama kerabat dan tetangga, atau di gereja dan fasilitas lainnya.
- Israel bunuh 7 jurnalis saat sedang bertugas di Gaza, menghancurkan rumah keluarga jurnalis, dan membuat 40 kantor pusat media terkena dampak.
- Israel bunuh 11 staf UNRWA dan 30 siswa di sekolah-sekolah UNRWA, melukai 8 orang lainnya.
Hari Ke-6 (12 Oktober 2023)
- Sebanyak 1.569 warga Palestina tewas, sedangkan 7.212 lainnya menderita luka-luka.
- Di tengah krisis pangan, Bank Palestina menyumbangkan $500,000 untuk mengamankan pasokan makanan bagi pengungsi Palestina di sekolah-sekolah UNRWA di Jalur Gaza.
- Lembaga media 7amleh mendokumentasikan lebih dari 19.000 kasus ujaran kebencian dan konten hasutan dalam bahasa Ibrani di X (Twitter) sejak agresi dimulai pada 7 Oktober.
- Kamar mayat di rumah sakit terbesar di Gaza, Al-Shifa, telah penuh sesak karena banyaknya korban agresi. Kamar mayat hanya bisa menampung 30 jenazah, sisanya diletakkan di luar ruang pendingin, tempat parkir, tenda, dan di halaman rumah sakit.
Hari Ke-7 (13 Oktober 2023)
- Sebanyak 1.843 warga Palestina tewas, termasuk lebih dari 500 anak-anak, sedangkan lebih dari 7.000 lainnya menderita luka-luka, termasuk 1.644 anak-anak.
- Tuduhan Israel bahwa Hamas memenggal kepala anak-anak Israel tidak terbukti, kanal berita CNN ungkap permohonan maaf.
- Israel perintahkan penduduk yang tinggal di Gaza Utara untuk mengungsi ke Gaza Selatan dalam 24 jam karena akan melancarkan serangan darat.
- Krisis air di Gaza mencapai 90 persen dan pabrik desalinasi air laut tidak berfungsi lagi karena rusak akibat agresi.
- Unit militer Israel terbukti menyerang Gaza dengan peluru artileri fosfor putih yang dapat membakar hingga ke bagian dalam daging dan tidak bisa dipadamkan dengan air, melanggar hukum internasional secara terang-terangan.
Hari Ke-8 (14 Oktober 2023)
- Sebanyak 2.215 warga Palestina tewas, termasuk 724 anak-anak dan 458 perempuan, sedangkan lebih dari 8.714 orang terluka, termasuk 2.450 anak-anak dan 1.536 perempuan.
- Ezra Yachin (95), seorang veteran Israel, sebut penduduk Palestina “hewan yang tidak layak hidup.” Ia memerintahkan, “Hapus mereka, keluarga mereka, ibu dan anak-anak mereka. Hewan-hewan ini tidak boleh hidup lagi.”
- Walt Disney menyumbangkan $2 juta kepada organisasi-organisasi yang memberikan bantuan kepada pihak Israel yang melancarkan agresi di Jalur Gaza.
- Setelah memerintahkan penduduk Gaza Utara mengungsi ke Gaza Selatan, Israel membombardir Gaza Utara dengan serangan udara.
- Israel mengancam akan mengebom Rumah Sakit Al-Awdeh di Jabalia, seluruh pasien dan tenaga medis diungsikan ke Rumah Sakit Indonesia di Gaza.
Hari Ke-9 (15 Oktober 2023)
- Sebanyak 2.229 warga Palestina tewas, sedangkan 9.042 orang menderita luka-luka.
- Lebih dari 200.000 orang di London turun ke jalan untuk menunjukkan aksi solidaritas terhadap penduduk Palestina di Gaza.
- Mesir menutup perbatasan dan melarang penduduk Gaza untuk mengungsi ke negaranya. Mesir membangun tembok beton tinggi untuk mencegah penduduk Gaza menyeberang.
- Wadea Al-Fayoume, seorang anak Palestina-Amerika berusia 6 tahun dan ibunya Hanaan Shahin, ditikam puluhan kali di rumah mereka di Chicago karena beragama Islam dan membela Palestina. Wadea meninggal dengan luka 26 tusukan sedangkan ibunya mendapat perawatan di rumah sakit karena puluhan luka tusuk.
- Beberapa daerah di Indonesia seperti Jabodetabek, Yogyakarta, Solo, Semarang, Padang, Makassar, dan Sumatera Utara melakukan aksi solidaritas untuk mendukung Palestina dan mengecam agresi di Gaza. Para pengunjuk rasa melakukan orasi di jalanan dan membacakan doa keselamatan untuk penduduk Gaza.
Hari Ke-10 (16 Oktober 2023)
- Sebanyak 2.808 warga Palestina tewas, termasuk 936 perempuan dan 853 anak-anak, sedangkan 10.850 orang menderita luka-luka.
- Israel bunuh 11 jurnalis dan 37 tenaga kesehatan sejak awal agresi di Jalur Gaza.
- 50.000 perempuan hamil di Gaza kehilangan layanan dasar, 5.500 di antaranya akan segera melahirkan di bulan Oktober ini.
- 3.731 bangunan tempat tinggal, termasuk 10.500 unit rumah, telah dihancurkan seluruhnya oleh Israel. Sekitar 10.000 unit rumah rusak sebagian, dan 7.100 unit rumah menjadi tidak layak huni, 18 sekolah tidak bisa beroperasi dan 150 lainnya rusak sebagian.
- Rumah sakit di Gaza kehilangan akses air dan listrik, para dokter kewalahan karena kebanyakan jasad korban sudah tidak utuh.
- UNRWA memperingatkan peningkatan penularan penyakit melalui air karena krisis air yang para membuat penduduk Gaza terpaksa mengkonsumsi dan menggunakan air yang kotor.
- Yasmin Porat, seorang perempuan Israel yang ditawan di Gaza, membuat kesaksian bahwa ia diperlakukan secara manusiawi oleh orang Palestina. Sebaliknya, orang-orang Israel yang telah membunuh warga sipilnya sendiri.
Hari Ke-11 (17 Oktober 2023)
- Sebanyak lebih dari 3.300 warga Palestina tewas, termasuk lebih dari 1.000 anak-anak dan 1.000 perempuan, setara dengan pembunuhan satu anak setiap 15 menit.
- Anak-anak di Gaza menderita gangguan kesehatan mental akibat agresi, para ibu berusaha menyembunyikan fakta untuk menjaga mental anak-anak mereka.
- Israel menjatuhkan bom ke Rumah Sakit Baptis Al-Ahli di Gaza, membunuh sekitar 500 orang, mayoritas terdiri dari anak-anak.
- Dewan keamanan PBB mengadakan pertemuan darurat menyusul pengeboman yang terjadi di Rumah Sakit Al-Ahli.
- Serangan udara terus dijatuhkan, penduduk Gaza Utara yang mengungsi ke Gaza Selatan memutuskan untuk kembali karena tidak ada tempat yang aman untuk pergi.
Hari Ke-12 (18 Oktober 2023)
- Sebanyak lebih dari 3.500 warga Palestina tewas, sedangkan 13.000 lainnya menderita luka-luka.
- Korban dari pengeboman di Rumah Sakit Al-Ahli terus dievakuasi, kebanyakan adalah anak-anak dan perempuan dengan kondisi tubuh tidak utuh.
- Buat tuduhan palsu, Israel mengatakan bahwa roket yang menghancurkan Rumah Sakit Al-Ahli ditembakkan dari pihak Palestina.
- Bintang sepakbola Mesir, Mohamed Salah, menyeru agar bantuan kemanusiaan segera diiizinkan memasuki Jalur Gaza.
- Mesir dan Yordania membuat keputusan untuk tidak menerima pengungsi Palestina lagi dengan alasan “populasi Palestina sudah cukup besar.”
Hari Ke-13 (19 Oktober 2023)
- Sebanyak 3.620 warga Palestina tewas, termasuk 1.524 anak-anak, sedangkan lebih dari 13.000 lainnya menderita luka-luka, termasuk 3.983 anak-anak.
- Pengeboman Israel yang terjadi terus-menerus membuat perempuan-perempuan di Palestina terpaksa melahirkan di mobil atau di jalanan.
- Israel meledakkan sekolah UNRWA di Khan Yunis, menewaskan 9 orang termasuk 7 anak-anak yang berlindung di bangunan tersebut.
Hari Ke-14 (20 Oktober 2023)
- Sebanyak 4.137 warga Palestina tewas, termasuk lebih dari 1.524 anak-anak dan 1.000 perempuan.
- Dalam waktu 24 jam, Israel lakukan 37 pembantaian, membuat 7 rumah sakit dan 21 pusat kesehatan tidak bisa beroperasi lagi.
- Israel bom gereja tertua di Gaza, Gereja St. Porphyrius yang berdiri dari sekitar tahun 1150, menewaskan 8 orang yang berlindung di sana.
- Krisis air semakin parah, penyakit kolera mengancam penduduk Gaza karena tidak ada akses air bersih sama sekali.
- Mesir membuka penyeberangan Rafah, namun Israel masih melarang masuknya bantuan untuk mencapai Gaza.
Hari Ke-15 (21 Oktober 2023)
- Sebanyak 4.385 warga Palestina tewas, termasuk lebih dari 1.756 anak-anak dan 1.000 perempuan, sedangkan 13.561 lainnya menderita luka-luka.
- Israel memutus pasokan bahan bakar, 130 bayi baru lahir di Gaza terancam kehilangan nyawa karena inkubator tidak bisa beroperasi.
- Sebanyak 20 truk bantuan kemanusiaan diizinkan memasuki Gaza melalui penyeberangan Rafah, namun masih belum bisa mencukupi kebutuhan seluruh penduduk Gaza.
- Israel menuntut evakuasi 20 rumah sakit di Gaza Utara, enam di antaranya telah dievakuasi.
Hari Ke-16 (22 Oktober 2023)
- Sebanyak 4.651 warga Palestina tewas, termasuk 1.873 anak-anak, 1.023 perempuan, 187 orang lanjut usia, sedangkan 14.245 lainnya menderita luka-luka dan masih ada 1.450 laporan orang hilang yang tertimbun reruntuhan, termasuk 800 anak-anak.
- Para korban agresi dimakamkan secara massal tanpa kafan dan tidak dimandikan karena kain kafan telah habis dan sudah tidak ada akses air bersih sama sekali.
- Tidak ada aliran listrik, jenazah korban agresi disimpan di truk es krim karena pendingin di kamar mayat tidak berfungsi. Jenazah lainnya yang belum bisa dikuburkan segera terpaksa ditumpuk di jalanan.
- London kembali melaksanakan aksi demonstrasi besar-besaran untuk menunjukkan solidaritas terhadap penduduk Palestina dan mengecam agresi brutal Israel di Jalur Gaza.
Hari Ke-17 (23 Oktober 2023)
- Sebanyak 5.087 warga Palestina tewas, 2.055 anak-anak, 1.119 perempuan, 217 orang lanjut usia dan 23 jurnalis, sedangkan 15.273 lainnya menderita luka-luka.
- Sejumlah rumah sakit di Gaza tidak memiliki akses listrik, bayi-bayi terancam kehilangan nyawa dalam 5 menit tanpa inkubator.
- Krisis bahan bakar di rumah sakit di Gaza membuat para dokter terpaksa merawat korban agresi dalam kondisi gelap karena tak ada aliran listrik.
- Semakin banyak korban tewas yang tak berbentuk, anak-anak Gaza menuliskan nama mereka di tangan, kaki, dan perut agar bisa diidentifikasi jika mereka terbunuh akibat serangan bom Israel.
- Lebih dari 181.000 unit rumah telah rusak akibat serangan udara Israel sejak awal agresi, lebih dari 20.000 unit hancur total atau tidak dapat dihuni. Sebanyak 177 sekolah, 32 masjid dan tiga gereja juga hancur akibat serangan Israel.
Hari Ke-18 (24 Oktober 2023)
- Sebanyak lebih dari 5.000 warga Palestina tewas, sedangkan lebih dari 15.000 lainnya menderita luka-luka, dan ribuan lainnya masih dinyatakan hilang di bawah reruntuhan.
- Israel tercatat telah melakukan 697 pembantaian terhadap warga Palestina di Jalur Gaza sejak dimulainya agresi pada 7 Oktober.
- Israel memadamkan listrik di Rumah Sakit Indonesia yang terletak di Beit Lahia, sebelah utara Jalur Gaza, mengancam nyawa ratusan pasien yang dirawat di sana.
- Israel menutup kompleks Masjid Al-Aqsa untuk jamaah Palestina, melarang warga Palestina untuk mendoakan penduduk Gaza yang tengah menghadapi agresi.
- Yocheved Lifshitz (85), seorang tawanan Israel yang disandera oleh pihak Palestina mengaku bahwa ia diperlakukan secara manusiawi, bahkan diberi beragam jenis makanan dan obat-obatan serta mendapat perawatan bagi tawanan yang sakit
- Sekelompok ibu-ibu di Den Haag, Belanda, mengadakan aksi damai untuk mengecam pembunuhan Israel terhadap anak-anak Palestina di Jalur Gaza.
- Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) dinilai lamban dalam merespons situasi kemanusiaan di Jalur Gaza sejak 7 Oktober lalu, Indonesia mendukung agar sesi pembahasan tentang Gaza dibawah ke sesi darurat di sidang majelis umum PBB.
Hari Ke-19 (25 Oktober 2023)
- Sebanyak 6.400 warga Palestina tewas, 70 persen atau sekitar 2.700 di antaranya adalah anak-anak, sedangkan lebih dari 17.000 lainnya menderita luka-luka.
- Sekitar 70 persen atau 1,4 juta warga Palestina telah mengungsi dari Jalur Gaza sejak awal agresi. Para pengungsi berlindung di 223 tempat, termasuk rumah sakit, sekolah, gereja, dan pusat layanan kesehatan.
- Israel bunuh 73 petugas kesehatan dan menghancurkan 25 ambulans, membuat 12 rumah sakit dan 32 pusat layanan kesehatan tidak dapat beroperasi lagi.
- Anak-anak yang masih dibawah umur menggelar demonstrasi mereka sendiri melalui platform game Roblox. Ratusan pemain secara virtual mengibarkan bendera Palestina di jalanan yang dipenuhi bendera Palestina yang berkibar, menyerupai demonstrasi di dunia nyata.
- Israel memutus pasokan makanan, air, listrik, dan bahan bakar ke Gaza, menjadikan kelaparan sebagai “senjata perang”.
- Israel membunuh istri dan dua anak dari reporter Al-Jazeera, Wael Al-Dahdouh, menuai kecaman dari berbagai pihak.
Hari Ke-20 (26 Oktober 2023)
- Sebanyak 7.028 warga Palestina tewas, termasuk 2.913 anak-anak dan 3.129 perempuan dan 218 lainnya tidak teridentifikasi, sedangkan 1.600 lainnya masih dinyatakan hilang di bawah reruntuhan.
- Di Rumah Sakit Al-Shifa, para relawan muda menyelenggarakan kegiatan melukis bersama untuk anak-anak di tenda darurat. Hiburan sederhana tersebut diharapkan dapat memberikan jeda sejenak dari penderitaan anak-anak Gaza di tengah agresi.
- Berbagai penyakit seperti flu, cacar, dan penyakit pernapasan mengancam penduduk Gaza karena tidak adanya air, listrik, dan tempat tinggal, membuat penduduk Gaza tidur beralaskan tanah berdampingan dengan para syuhada yang tewas.
- Israel berlakukan blokade total terhadap Jalur Gaza, 80 persen penduduk Gaza bergantung pada bantuan kemanusiaan dari luar.
- Korban agresi semakin bertambah namun jumlah tenaga kesehatan semakin sedikit tidak membuat dokter-dokter di Palestina gentar. Para tenaga kesehatan yang tersisa tetap merawat korban yang berdatangan meskipun dengan sejumlah keterbatasan.
- Menteri Luar Negeri Republik Indonesia (Menlu RI) Retno Marsudi angkat suara mengenai agresi Gaza. Beliau mengatakan : “Lebih dari 60 persen korban kekerasan di Gaza adalah perempuan dan anak-anak.”
Hari Ke-21 (27 Oktober 2023)
- Penyedia telekomunikasi Palestina, Jawwal, mengatakan terjadi pemutusan saluran telekomunikasi di Jalur Gaza.
- Militer Israel melakukan penembakan intensif yang belum pernah terjadi sebelumnya dan terkonsentrasi di wilayah tertentu di Gaza. Laporan-laporan mengatakan penembakan itu terfokus di bagian barat laut.
- Masyarakat Bulan Sabit Merah Palestina (PRCS) mengatakan mereka kehilangan kontak dengan tim mereka di Gaza. WHO dan PRCS telah kehilangan kontak dengan tim mereka di Gaza. PRCS mengatakan mereka mungkin tidak lagi dapat menyediakan layanan medis darurat
- Israel mengancam akan mengebom gedung pemerintahan Kota Gaza, sebuah bangunan bersejarah berusia dua abad yang menampung dokumen-dokumen administratif kota tersebut.
- Setidaknya 7.326 warga Palestina, termasuk 3.038 anak-anak, tewas dalam serangan Israel. Selain itu, 110 orang, termasuk 30 anak-anak, tewas di Tepi Barat dan Al-Quds (Yerusalem) Timur yang diduduki
- Militer Israel memperluas aktivitas udara dan darat di Gaza. Hamas mengatakan bentrokan sengit dengan pasukan Israel sedang berlangsung
- Majelis Umum PBB memberikan suara terbanyak untuk mendukung resolusi yang menyerukan “gencatan senjata segera”. Hal ini didukung oleh 120 anggota, sementara 14 suara menentang dan 45 abstain. Suara yang menentang termasuk AS dan Israel.
- Komite Palang Merah Internasional mengumumkan bahwa tim medis internasional telah tiba di Gaza bersama 6 truk bahan medis. Tim tersebut terdiri dari 10 dokter bedah perang dan spesialis kontaminasi senjata dari Perancis, Jerman, Italia, Spanyol, Denmark dan Swiss.
- Banyaknya infrastruktur yang rusak dan tidak adanya listrik membuat para penyandang disabilitas di Gaza semakin kesulitan melakukan aktivitas sehari-hari karena alat bantu mereka sulit atau sama sekali tidak bisa berfungsi.
- Protes pecah di beberapa kota di Tepi Barat yang diduduki, setelah Israel mengintensifkan pengeboman di Gaza.
- Pemukim Israel di Tepi Barat mengancam anak-anak dengan meninggalkan boneka dengan cat merah menyerupai darah. Mereka mengancam penduduk Tepi Barat agar segera mengungsi karena akan melakukan ‘Nakba Besar.
Salsabila Safitri, S.Hum.
Penulis merupakan Relawan Departemen Penelitian dan Pengembangan Adara Relief International yang mengkaji tentang realita ekonomi, sosial, politik, dan hukum yang terjadi di Palestina, khususnya tentang anak dan perempuan. Ia merupakan lulusan sarjana jurusan Sastra Arab, FIB UI.
Sumber:
https://www.aljazeera.com/news/liveblog/
https://www.#/20231027-gaza-surviving-without-fuel-water-or-electricity/
https://www.middleeasteye.net/news/israel-palestine-live-gaza-hamas-war-invasion
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini
#Palestine_is_my_compass
#Palestina_arah_perjuanganku
#Together_in_solidarity
#فلسطين_بوصلتي
#معا_ننصرها







![An aerial view of destroyed buildings following the Israeli airstrikes in Al-Rimal neighborhood of Gaza City, Gaza on October 12, 2023. [Mustafa Hassona - Anadolu Agency]](https://adararelief.com/wp-content/uploads/2023/10/an-aerial-view-of-destroyed-buildings-following-th.jpeg)





![[Screengrab/Telegram]](https://adararelief.com/wp-content/uploads/2023/10/screengrab-telegram.jpeg)



![An injured child is brought to the al-Aqsa Martyrs Hospital as the Israeli attacks continue on the 15th day in Deir al Balah, Gaza on October 21, 2023 [Ashraf Amra/Anadolu Agency]](https://adararelief.com/wp-content/uploads/2023/10/an-injured-child-is-brought-to-the-al-aqsa-martyrs.jpeg)
![A view of Palestinian person stuck under the debris of a destroyed building after the Israeli airstrike in Deir al-Balah, Gaza on October 22, 2023 [Ashraf Amra/Anadolu Agency]](https://adararelief.com/wp-content/uploads/2023/10/a-view-of-palestinian-person-stuck-under-the-debri.jpeg)










