Setelah agresi Israel yang menghancurkan terhadap rakyat Palestina di Gaza dan Tepi Barat, jumlah korban tewas meningkat menjadi sedikitnya 7.760 orang, dan lebih dari 21.400 lainnya terluka, kata Kementerian Kesehatan. Kementerian mengatakan bahwa jumlah kematian di Jalur Gaza telah mencapai 7.650, sementara jumlah korban tewas di Tepi Barat juga melonjak menjadi 111. Selain itu, kementerian mengatakan, 19.450 warga Palestina terluka di Gaza, dan 1.950 lainnya di Tepi Barat. Menurut pernyataan tersebut, 70% korban di Gaza adalah anak-anak, perempuan, dan orang tua, hal ini menyoroti dampak buruk dari agresi genosida Israel yang sedang berlangsung terhadap penduduk sipil.
Kementerian juga menyampaikan kekhawatiran mengenai kekurangan bahan bakar yang kritis, yang sangat mempengaruhi pengiriman bantuan kemanusiaan. Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB (UNRWA), penyedia bantuan kemanusiaan terbesar di Gaza, hampir kehabisan cadangan bahan bakarnya dan terpaksa mengurangi operasinya secara signifikan. Hanya 84 truk yang membawa air, makanan, dan pasokan medis yang dapat masuk melalui penyeberangan Rafah sejak tanggal 21 bulan ini, kata Kementerian. Organisasi Kesehatan Dunia kini bekerja sama dengan Bulan Sabit Merah Palestina untuk memfasilitasi pengiriman pasokan ini ke rumah sakit.
Fasilitas kesehatan di Gaza beroperasi dengan kapasitas lebih dari 150%, sehingga pasien terpaksa dirawat di lorong dan lantai karena kurangnya kamar yang layak. Salah satunya adalah Kompleks Medis Shifa yang saat ini merawat 5.000 pasien setiap harinya, padahal kapasitasnya hanya 700 pasien. Situasi ini bahkan lebih kritis lagi bagi pasien kanker yang bergantung pada kemoterapi untuk tetap hidup. Rumah Sakit Turki, yang mengandalkan satu generator listrik, diperkirakan akan ditutup dalam waktu 48-24 jam. Lebih dari 1.000 pasien dialisis ginjal juga mengalami pengurangan durasi sesi dari 4 jam menjadi 2,5 jam, dan lebih dari 130 bayi prematur yang berada di inkubator menghadapi risiko kematian karena kelangkaan sumber daya dan kurangnya listrik.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini
#Palestine_is_my_compass
#Palestina_arah_perjuanganku
#Together_in_solidarity
#فلسطين_بوصلتي
#معا_ننصرها








