Pasukan udara dan darat Israel telah meningkatkan operasi di Jalur Gaza, kata kepala juru bicara militer Israel pada Jumat (27/10), di tengah laporan pengeboman besar-besaran di wilayah kantong yang diblokade tersebut, lapor Reuters. Layanan internet dan telepon seluler telah diputus di Wilayah Palestina, kata sebuah perusahaan telekomunikasi lokal dan Bulan Sabit Merah.
“Dalam beberapa jam terakhir, kami mengintensifkan serangan di Gaza,” Laksamana Muda Daniel Hagari, mengatakan pada konferensi pers yang disiarkan televisi, meningkatkan harapan Israel bahwa invasi darat ke Gaza yang telah lama dinantikan akan dimulai. Dia mengatakan angkatan udara melakukan serangan besar-besaran terhadap terowongan dan infrastruktur lainnya. “Selain serangan yang dilakukan dalam beberapa hari terakhir, pasukan darat memperluas operasinya malam ini,” katanya.
Pasukan Israel telah berkumpul di luar Gaza, tempat Israel telah melakukan kampanye pengeboman udara yang intens sejak dimulainya serangan mematikan pada 7 Oktober. Sebelumnya pada Jumat (27/10), penyedia layanan telepon seluler Palestina, Jawwal, mengatakan bahwa layanan termasuk telepon dan internet telah terputus akibat pengeboman besar-besaran. Sebuah pernyataan dari Masyarakat Bulan Sabit Merah Palestina mengatakan mereka benar-benar kehilangan kontak dengan ruang operasinya di Gaza dan semua tim yang beroperasi di lapangan.
Israel mengatakan pihaknya telah mempersiapkan invasi darat, namun didesak oleh AS dan negara-negara Arab untuk menunda operasi yang akan melipatgandakan jumlah korban sipil di jalur pantai padat penduduk dan mungkin memicu konflik yang lebih luas.
Operasi semacam itu akan memperburuk krisis kemanusiaan di Gaza; setelah pengeboman udara selama berhari-hari yang menurut otoritas kesehatan telah menewaskan lebih dari 7.000 warga Palestina.
Kekhawatiran mengenai risiko konflik Timur Tengah yang lebih luas telah meningkat dalam beberapa hari terakhir. Ini ditambah dengan tindakan Amerika yang mengirimkan lebih banyak aset militer ke wilayah tersebut ketika Israel menyerang sasaran-sasaran di Gaza, juga di titik wilayah Lebanon dan sebagian besar infrastruktur Gaza, yang diblokade oleh Israel dan Mesir sejak tahun 2007, telah hancur akibat pengeboman Israel. Listrik telah padam selama berhari-hari, melumpuhkan fasilitas perawatan dan membuat warga Gaza kehilangan air bersih, sementara setengah dari perumahan di sana telah rusak dan 20.000 unit rumah hancur atau tidak dapat dihuni, menurut kantor media.
Ketika Israel terus melakukan pengeboman yang menghancurkan sebagian besar Jalur Gaza yang berpenduduk padat, warga Palestina mengatakan mereka menerima peringatan baru dari militer Israel untuk bergerak dari utara Gaza ke selatan untuk menghindari medan perang yang paling mematikan. Warga Gaza mengatakan melakukan perjalanan ke selatan masih sangat berisiko di tengah serangan udara dan wilayah selatan juga telah dibom. Banyak keluarga menolak meninggalkan rumah mereka karena takut terulangnya pengalaman perang sebelumnya dengan Israel, ketika warga Palestina yang meninggalkan rumah dan tanah mereka tidak pernah bisa kembali.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini
#Palestine_is_my_compass
#Palestina_arah_perjuanganku
#Together_in_solidarity
#فلسطين_بوصلتي
#معا_ننصرها








