• Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic
Senin, Januari 19, 2026
No Result
View All Result
Donasi Sekarang
Adara Relief International
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
No Result
View All Result
Adara Relief International
No Result
View All Result
Home Artikel

From the River to the Sea, Palestine will be Free: Perjuangan melalui Slogan untuk Kembali ke Kampung Halaman

by Adara Relief International
Oktober 28, 2023
in Artikel, Sorotan
Reading Time: 4 mins read
0 0
0
From the River to the Sea, Palestine will be Free: Perjuangan melalui Slogan untuk Kembali ke Kampung Halaman
342
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on Telegram

Selama tiga pekan terakhir ini media sosial disesaki berita yang mengangkat aksi solidaritas masyarakat dunia terhadap kampanye pengeboman Israel yang dilakukan terhadap Gaza. Seolah menyatukan masyarakat dari Jakarta hingga Kolombia, Tunisia hingga Irlandia, demonstrasi pro-Palestina menjadi gelombang yang melanda seluruh dunia. Demonstran turun ke jalan, mengutuk genosida Israel atas Palestina yang tidak berhenti hingga saat ini.

Di antara slogan yang dipekikkan adalah “From the river to the sea, Palestine will be free” atau “Dari sungai hingga ke laut, Palestina akan merdeka.” Slogan tersebut telah beredar selama beberapa dekade di kalangan warga Palestina dan aktivis pro-Palestina, mengacu pada pembebasan wilayah yang berada antara Sungai Yordan dan Laut Mediterania di wilayah bersejarah Palestina.

Namun, banyak warga Israel dan pendukung Israel mengklaim bahwa slogan tersebut merupakan seruan anti-Semit. Seruan tersebut juga dianggap menyiratkan keinginan untuk menghancurkan Israel, yang saat ini menjajah wilayah Palestina, dari Sungai Yordan hingga Laut Mediterania.

Pada pertengahan Oktober, polisi di Wina melarang slogan tersebut didengungkan dan mengklaim bahwa itu adalah seruan untuk melakukan kekerasan terhadap Israel. Hal serupa juga terjadi di London. Meskipun Polisi Kota London mengatakan mereka tidak akan menangkap pengunjuk rasa yang meneriakkan slogan tersebut pada protes pro-Palestina, Menteri Dalam Negeri Inggris, Suella Braverman, secara terbuka menyatakan bahwa dia yakin polisi harus melakukan intervensi, dan menyatakan bahwa slogan tersebut merupakan sebuah “ekspresi dari keinginan yang kuat untuk melihat Israel dihapuskan dari dunia”.

Anti-Zionisme bukanlah anti-Semitisme

 

1 of 1
- +

1. Peta Palestina sebelum terjadinya Nakba 1948, saat Israel mendirikan negara di atas tanah Palestina dan mengusir penduduknya.

Peta Palestina sebelum terjadinya Nakba 1948, saat Israel mendirikan negara di atas tanah Palestina dan mengusir penduduknya.

The European Legal Support Center (ELC), yang didirikan pada tahun 2019 oleh para ahli hukum Eropa dan aktivis lainnya, mencatat bahwa slogan tersebut semakin banyak dijadikan sasaran dengan premis yang salah, seakan-akan menghasut kekerasan terhadap orang-orang Yahudi.

“Strategi di balik penggambaran slogan ini sebagai anti-Semit adalah untuk menyamakan anti-Zionisme dengan anti-Semitisme dan untuk membungkam diskusi seputar perjuangan Palestina,” kata kelompok tersebut. Bagi warga Palestina dan para pendukungnya, tuduhan tersebut bermotif politik dan tidak adil. Slogan tersebut sudah ada jauh sebelum adanya gerakan perlawanan dan bahkan sudah sama tuanya dengan perjuangan Palestina melawan Zionisme.

“Dari sungai hingga ke laut” merupakan respons terhadap fragmentasi tanah dan masyarakat Palestina akibat pendudukan dan diskriminasi Israel. Ada pengungsi Palestina yang ditolak haknya untuk kembali (Right of Return) karena hukum Israel yang diskriminatif. Ada warga Palestina yang tidak mendapat persamaan hak untuk hidup dan dianggap sebagai warga marginal di wilayah Israel. Ada warga Palestina yang hidup tanpa hak kewarganegaraan di bawah penjajahan Israel di Tepi Barat. Ada warga Palestina yang berada dalam ketidakpastian hukum di Al-Quds (Yerusalem) yang diduduki; mereka seringkali menghadapi penghancuran rumah dan pengusiran. Ada pula warga Palestina di Gaza yang hidup di bawah blokade dan agresi Israel.

Slogan ini juga hadir dalam beberapa cerita rakyat Palestina, lagu-lagu revolusioner, dan memiliki ungkapan bahasa Arab, yang paling umum adalah: min el-maiy ilel maiy (dari air ke air – mengacu pada Laut Mediterania dan Sungai Yordan). Dengan demikian, ungkapan ini sangat bersifat budaya dan berkaitan erat dengan pembentukan identitas rakyat Palestina.

Kenangan, kerinduan, dan optimisme untuk kembali

 

1 of 1
- +

1. Warga Palestina yang terusir selama Nakba menuju pantai Gaza ke perahu. (Foto: UNRWA)

Titik balik yang menandai ketertindasan rakyat Palestina adalah Nakba (the catastrophe atau malapetaka) tahun 1948, ketika lebih dari 750.000 warga Palestina terlunta-lunta, menjadi pengungsi di di negara-negara tetangga setelah berdirinya Israel di atas tanah Palestina.

Hal terpenting yang dibawa rakyat Palestina saat Nakba adalah ingatan mereka, memori dan kenangan mereka akan hari-hari indah yang dilalui di tanah Palestina yang bersejarah. Di antara ingatan tersebut adalah lagu-lagu rakyat yang pada gilirannya menjelma slogan atau ungkapan yang mereka dengungkan untuk mengobati kerinduan kepada tanah air yang hilang, sekaligus optimisme untuk kembali ke sana. Kembali ke pangkuan tanah air yang merdeka.

Rasa kehilangan setelah Nakba telah (dan terus) tertanam dalam semua seni, sastra, dan budaya Palestina – termasuk puisi, novel, dan seni visual. Namun, ekspresi yang diungkapkan dalam slogan dan musik, mungkin karena adanya nada dan intonasi, membuatnya menjadi populer dan menjangkau khalayak yang lebih luas. Dengan begitu, dapat dikatakan bahwa slogan yang terus didengungkan merupakan sarana ampuh untuk tetap menanamkan ingatan sekaligus menggagalkan upaya Israel yang hendak menghapus Palestina dari ingatan dunia.

From the river to the sea, Palestine will be free. Dari sungai, hingga ke laut, Palestina akan merdeka. Seruan tersebut adalah suara untuk tercapainya kemerdekaan Palestina, sebuah wilayah yang terbentang dari Sungai Yordan hingga Laut Mediterania; seruan dekolonisasi, kebebasan, dan diakhirinya rezim apartheid di Palestina. To chant is to resist, and to resist is to exist.

(LMS)

Referensi:

https://decolonizepalestine.com/myth/from-the-river-to-the-sea-is-a-call-to-genocide/

https://jewishcurrents.org/what-does-from-the-river-to-the-sea-really-mean

https://www.middleeasteye.net/news/palestine-israel-from-river-to-sea-chant-mean-actually

https://nationalpost.com/opinion/europe-cracks-down-on-pro-hamas-rallies-canada-does-nott

https://www.newarab.com/features/viva-palestina-chanting-life-and-resistance-palestine

Baca Juga

In Honor of Resilience (2): Sepenggal Kenangan dari Syuhada Gaza, Mereka yang Melawan dengan Tulisan, Lukisan, dan Aksi di Lapangan

Ketika Isra’ Mi’raj Memanggil Umat untuk Kembali kepada Al-Aqsa

https://www.newarab.com/news/why-pro-palestinian-activism-being-suppressed-europe

https://www.trtworld.com/magazine/the-story-behind-from-the-river-to-the-sea-palestine-will-be-free-15416912

***

Kunjungi situs resmi Adara Relief International

Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.

Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini

Baca juga artikel terbaru, klik di sini

#Palestine_is_my_compass
#Palestina_arah_perjuanganku
#Together_in_solidarity
#فلسطين_بوصلتي
#معا_ننصرها

Tags: PalestinaUpdate Palestina
ShareTweetSendShare
Previous Post

Di Tengah Agresi yang Semakin Mencekam, Anak-Anak Gaza Temukan Kebahagiaan Kecil di Rumah Sakit Al-Shifa

Next Post

Kondisi Tenda Darurat di Rumah Sakit Al-Shifa

Adara Relief International

Related Posts

Lukisan karya Maram Ali, seniman yang suka melukis tentang Palestina (The New Arab)
Artikel

In Honor of Resilience (2): Sepenggal Kenangan dari Syuhada Gaza, Mereka yang Melawan dengan Tulisan, Lukisan, dan Aksi di Lapangan

by Adara Relief International
Januari 19, 2026
0
21

“Harapan hanya dapat dibunuh oleh kematian jiwa, dan seni adalah jiwaku — ia tidak akan mati.” Kalimat tersebut disampaikan oleh...

Read moreDetails
Ketika Isra’ Mi’raj Memanggil Umat untuk Kembali kepada Al-Aqsa

Ketika Isra’ Mi’raj Memanggil Umat untuk Kembali kepada Al-Aqsa

Januari 19, 2026
16
Kubah As-Sakhrah pada Senja hari. Sumber: Islamic Relief

Isra Mikraj dan Sentralitas Masjid Al-Aqsa dalam Akidah Islam

Januari 19, 2026
19
Lukisan karya Maram Ali, seniman yang suka melukis tentang Palestina (The New Arab)

In Honor of Resilience (1): Sepenggal Kenangan dari Syuhada Gaza, Mereka yang Bersuara Lantang dan Berjuang Mempertahankan Kehidupan

Januari 14, 2026
24
Sebuah grafiti dengan gambar sastrawan Palestina, Mahmoud Darwish, dan penggalan puisinya, “Di atas tanah ini ada hidup yang layak diperjuangkan”. (Zaina Zinati/Jordan News)

Antara Sastra dan Peluru (2): Identitas, Pengungsian, dan Memori Kolektif dari kacamata Darwish dan Kanafani

Januari 12, 2026
87
Banjir merendam tenda-tenda pengungsian di Gaza (Al Jazeera)

Banjir dan Badai di Gaza: Vonis Mati Tanpa Peringatan

Januari 7, 2026
59
Next Post
Kondisi Tenda Darurat di Rumah Sakit Al-Shifa

Kondisi Tenda Darurat di Rumah Sakit Al-Shifa

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TRENDING PEKAN INI

  • Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sebulan Setelah “Gencatan Senjata yang Rapuh”, Penduduk Gaza Masih Terjebak dalam Krisis Kemanusiaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Adara Resmi Luncurkan Saladin Mission #2 pada Hari Solidaritas Palestina

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 1,5 Juta Warga Palestina Kehilangan Tempat Tinggal, 60 Juta Ton Puing Menutupi Gaza

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bantuan Sembako Jangkau Ratusan Warga Sumbar Terdampak Banjir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Currently Playing

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

00:02:16

Edcoustic - Mengetuk Cinta Ilahi

00:04:42

Sahabat Palestinaku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:02:11

Masjidku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:32

Palestinaku Sayang | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:59

Perjalanan Delegasi Indonesia—Global March to Gaza 2025

00:03:07

Company Profile Adara Relief International

00:03:31

Qurbanmu telah sampai di Pengungsian Palestina!

00:02:21

Bagi-Bagi Qurban Untuk Pedalaman Indonesia

00:04:17

Pasang Wallpaper untuk Tanamkan Semangat Kepedulian Al-Aqsa | Landing Page Satu Rumah Satu Aqsa

00:01:16

FROM THE SHADOW OF NAKBA: BREAKING THE SILENCE, END THE ONGOING GENOCIDE

00:02:18

Mari Hidupkan Semangat Perjuangan untuk Al-Aqsa di Rumah Kita | Satu Rumah Satu Aqsa

00:02:23

Palestine Festival

00:03:56

Adara Desak Pemerintah Indonesia Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza

00:07:09

Gerai Adara Merchandise Palestina Cantik #lokalpride

00:01:06
  • Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
Donasi Sekarang

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630