Lebih dari 6.545 warga Palestina telah tewas sejak Israel memulai kampanye pengeboman terbarunya di Jalur Gaza pada tanggal 7 Oktober, dengan lebih dari 2.700 koran tewas di antaranya adalah anak-anak, Kementerian Kesehatan di Gaza mengumumkan pada Rabu (25/10). Pasukan Israel menyerang 44 lokasi di Gaza dan membunuh 756 warga selama 24 jam terakhir, menurut pernyataan kementerian, seraya menambahkan bahwa pihaknya telah menerima 1.600 laporan orang hilang yang masih berada di bawah reruntuhan, termasuk 900 anak-anak.
Meskipun banyak dari korban yang terjebak diperkirakan sudah mati, sejumlah orang diyakini masih hidup namun tidak ada cara untuk menyelamatkan mereka, sehingga menyebabkan kematian secara perlahan. Sementara itu, jumlah staf rumah sakit yang bisa beroperasi hanya sekitar 30 persen. Ini berarti, rumah sakit tidak dapat lagi memberikan perawatan klinis dasar kepada para korban luka. Hal tersebut diperparah dengan gugurnya 73 petugas kesehatan dalam pengeboman Israel serta 25 ambulans yang hancur.
Selain itu, dua belas rumah sakit dan 32 pusat layanan kesehatan kini tidak dapat beroperasi karena serangan Israel secara langsung dan tidak langsung, serta kurangnya bahan bakar akibat blokade yang terus berlangsung. “Kementerian Kesehatan menganggap sistem layanan kesehatan di Jalur Gaza sama sekali tidak dapat digunakan, tidak efektif, dan telah runtuh,” kata juru bicara kementerian Dr. Ashraf Al-Qudra.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini
#Palestine_is_my_compass
#Palestina_arah_perjuanganku
#Together_in_solidarity
#فلسطين_بوصلتي
#معا_ننصرها








