Sekelompok ibu-ibu di kota Den Haag, Belanda, mengadakan aksi damai untuk anak-anak yang dibunuh di Jalur Gaza, lapor Anadolu Agency. Para ibu yang menghadiri March of Monday Mothers ini membawa lampion, lilin dan spanduk bertuliskan: “Hentikan Genosida” dan “Anak-Anak Kita Telah Meninggal”.
Para ibu yang berpartisipasi dalam kegiatan tersebut terlihat emosional saat nama anak-anak yang tewas dibacakan. “Anak-anak di Gaza tidak pantas menerima hal ini,” Juru bicara kelompok tersebut, Sophie de Reuver, mengatakan kepada Anadolu. Ia menambahkan bahwa demonstrasi tersebut bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan situasi kritis yang tengah melanda Gaza. “Kami ingin Israel mengakhiri serangannya di Gaza,” tambahnya.
Willemijn van Woensel mengatakan kepada Anadolu bahwa dia sangat sedih dengan berita kematian anak-anak di Gaza. “Saya tidak dapat membayangkan bagaimana komunitas internasional tidak pernah mampu menemukan penyelesaian agresi ini,” katanya. Van Woensel menambahkan bahwa dia mendukung solusi dua negara yang akan memberikan status Palestina sebagai negara merdeka merupakan resolusi terbaik atas perselisihan tersebut.
Sejak tanggal 7 Oktober, Israel melancarkan kampanye pengeboman tanpa henti di Jalur Gaza menyusul serangan lintas batas oleh kelompok Perlawanan Palestina, Hamas, ke kota-kota perbatasan Israel. Israel juga menempatkan 2,3 juta penduduk di wilayah tersebut dalam blokade total, memblokir makanan, bahan bakar, dan pasokan medis.
Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, mendesak “gencatan senjata kemanusiaan segera” untuk meringankan “penderitaan besar umat manusia”.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini
#Palestine_is_my_compass
#Palestina_arah_perjuanganku
#Together_in_solidarity
#فلسطين_بوصلتي
#معا_ننصرها








