Militer Israel telah membunuh lima warga Palestina dalam serangan udara dan darat di Tepi Barat pada Minggu dini hari (22/10). Sebuah jet tempur Israel dilaporkan menyerang sebuah masjid di Jenin sekitar pukul 03.00 waktu setempat, menewaskan dua orang di dalamnya, kata Kementerian Kesehatan Palestina. Tiga orang lainnya dibunuh oleh pasukan Israel dalam serangan militer di Tubas, Nablus dan Kota Qabatiya di selatan Jenin.
Setidaknya 90 warga Palestina di Tepi Barat, termasuk 30 anak-anak, telah dibunuh oleh pasukan Israel dan pemukim dalam 16 hari sejak agresi Gaza dimulai awal bulan ini. Jumlah korban tewas di Tepi Barat mengalami lonjakan besar dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Rata-rata sekitar 20 orang terbunuh per bulan di wilayah Palestina sebelum Oktober tahun ini, menjadi angka kematian tertinggi dalam dua dekade.
Sejak 7 Oktober, Israel telah melakukan blokade di Tepi Barat. Mereka menutup pos pemeriksaan, menghalangi pintu masuk ke kota-kota dan desa-desa, Israel memberlakukan pembatasan ketat terhadap perjalanan masuk dan keluar perbatasan dengan Yordania. Tentara juga meningkatkan serangan dan penangkapan di kota-kota dan desa-desa Palestina, sementara kekerasan pemukim meningkat menjadi lebih dari 40 persen.
Pada hari Kamis, militer telah membunuh 13 warga Palestina, termasuk lima anak-anak, di Kamp Pengungsi Nour Shams dekat Tulkarem dalam serangan 24 jam yang menyebabkan kehancuran besar-besaran. Serangan udara terhadap kamp pengungsi Jenin, daerah yang padat penduduk, juga menandai peningkatan besar-besaran yang dilakukan militer Israel sebab serangan udara sebelumnya tidak lazim dilakukan di Tepi Barat.
Militer Israel mengatakan mereka menargetkan “terowongan bawah tanah” di masjid. Militer menambahkan bahwa mereka menyerang menggunakan “pesawat” tanpa memberikan rincian lebih lanjut. Menurut Haaretz, sebuah jet tempur melakukan serangan udara yang pertama di Tepi Barat sejak Intifada Kedua meletus pada tahun 2000–2005.
Tak lama setelah masjid dibom, petugas intelijen Israel memanggil banyak keluarga pejuang Palestina dari Jenin yang masuk dalam daftar orang yang dicari Israel. Selama panggilan tersebut, petugas Israel mengancam akan membunuh “orang-orang yang dicari” jika pihak keluarga tidak memberitahu mereka untuk menyerahkan diri kepada militer Israel sebelum jam 07.00 pada Senin pagi (23/10). “Jika Anda ingin putra Anda hidup, suruh dia menyerahkan diri,” kata petugas tersebut dalam salah satu panggilan telepon kepada ayah salah satu pejuang Palestina.
Pada bulan Juli, militer Israel melakukan serangan besar-besaran di Jenin yang berlangsung selama 48 jam dengan penggunaan pesawat tak berawak dan pasukan darat. Setidaknya 12 warga Palestina dan satu tentara Israel tewas. Peningkatan ketegangan di Tepi Barat bertepatan dengan meningkatnya serangan udara Israel di Lebanon dan Suriah, sementara angkatan udara terus menggempur Gaza sepanjang waktu selama lebih dari dua minggu.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini
#Palestine_is_my_compass
#Palestina_arah_perjuanganku
#Together_in_solidarity
#فلسطين_بوصلتي
#معا_ننصرها








