130 bayi baru lahir di Gaza tengah menghadapi ancaman kematian setelah Israel memutus pasokan bahan bakar dan menutup penyeberangan di tengah agresi yang terus meningkat. Ketika pengeboman di Gaza terus berlanjut, anak-anak Palestina terus menjadi korban tak berdosa dari agresi brutal ini.
Menurut Defense for Children International Palestine (DCI-P), lebih dari 1.600 anak-anak Palestina di Gaza telah dibunuh oleh pasukan Israel sejak 7 Oktober. Sedangkan anak-anak yang masih hidup harus menderita trauma fisik dan emosional akibat pengeboman intensif Israel.
Meskipun 20 truk berisi makanan, obat-obatan dan air telah mendapat izin untuk memasuki Gaza, tetap tidak ada pasokan listrik atau bahan bakar untuk menjalankan pembangkit listrik atau generator lokal. Selain itu, penyediaan bantuan bagi penduduk yang berada di wilayah utara yang berpenduduk padat masih sangat kekurangan.
Para dokter di Gaza melaporkan mereka tidak mampu merawat anak-anak dan pasien lain karena rumah sakit telah kewalahan menampung korban serangan udara Israel. 5 rumah sakit telah diumumkan tidak berfungsi karena jumlah korban warga Palestina terus meningkat di seluruh Jalur Gaza.
Ketika pertempuran semakin intensif, setidaknya 4.385 warga Palestina, termasuk 1.756 anak-anak dan 967 wanita, telah dibunuh. Pada saat yang sama, lebih dari 13.561 orang terluka dalam serangan udara Israel yang sedang berlangsung di Jalur Gaza. 70% korban agresi Israel adalah anak-anak, perempuan, dan lansia.
Sumber:
https://daysofpalestine.ps/?p=52414
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini
#Palestine_is_my_compass
#Palestina_arah_perjuanganku
#Together_in_solidarity
#فلسطين_بوصلتي
#معا_ننصرها







