• Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic
Selasa, Januari 20, 2026
No Result
View All Result
Donasi Sekarang
Adara Relief International
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
No Result
View All Result
Adara Relief International
No Result
View All Result
Home Berita Kemanusiaan

Akibat Serangan Brutal Israel, Perempuan-perempuan Gaza Harus Melahirkan di Jalanan hingga Mobil

by Adara Relief International
Oktober 20, 2023
in Berita Kemanusiaan
Reading Time: 4 mins read
0 0
0
Akibat Serangan Brutal Israel, Perempuan-perempuan Gaza Harus Melahirkan di Jalanan hingga Mobil
36
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on Telegram

Air mata mengalir di wajah Haneen Mousa saat ia memikirkan kenyataan saat ini, yang selama 12 hari terakhir terasa seperti mimpi buruk yang tidak dapat ia akhiri. Dia sedang hamil tiga bulan, mengasuh dua anak perempuan, berusia dua dan tiga tahun. Ia terpaksa keluar dari rumahnya di Jabalia, Jalur Gaza utara, di bawah ancaman invasi darat besar-besaran Israel ke Gaza. Namun, ia juga dicekam ketakutan akan dampak perang, serta stres dan kepanikan yang terus-menerus, terutama terhadap kehamilannya yang sejauh ini bisa saja menyebabkan dia mengalami keguguran.

Dia mengalami pendarahan dan sangat membutuhkan pemeriksaan medis. Namun, kampanye pengeboman Israel yang tak henti-hentinya di Gaza telah membuat akses terhadap dokter dan layanan medis hampir mustahil bagi sebagian besar perempuan hamil di Gaza. “Kondisi emosional saya sangat terpengaruh. Saya diliputi ketakutan akan kondisi putri-putri saya dan bayi dalam rahim saya. Air mata tidak dapat saya bendung,” katanya kepada Middle East Eye.

Haneen Mousa melarikan diri dari Jabalia karena situasinya menjadi semakin “mengerikan”, ketika ratusan ribu orang meninggalkan Gaza utara ke selatan menyusul peringatan Israel bagi penduduknya untuk pergi atau menghadapi serangan udara. Ibu berusia 28 tahun itu kemudian mencari perlindungan di kediaman orang tuanya di Kamp Pengungsi al-Maghazi, di jantung Jalur Gaza.

“Perjalanan dari rumah saya ke al-Maghazi merupakan pengalaman yang mengerikan. Anak-anak berteriak ketakutan, laki-laki dan perempuan dalam keadaan panik, dan sepertinya mereka mengalami disorientasi, tidak tahu ke mana harus mencari perlindungan,” katanya. “Hormon kehamilan sudah berdampak besar terhadap kesehatan emosional seorang ibu, tetapi agresi yang sedang berlangsung telah memperburuk penderitaan saya.”

Akses terhadap internet juga sangat dibatasi, sehingga menyulitkan masyarakat untuk mengetahui perkembangan situasi di lapangan. Melalui siaran radio Mousa mengetahui bahwa klinik yang biasa ia kunjungi untuk pemeriksaan kehamilan telah dibom. Sementara itu, upayanya untuk menghubungi dokter spesialis kebidanan dan kandungan telah gagal, karena komunikasi di Gaza sangat terganggu setelah militer Israel menyerang perusahaan telekomunikasi utama di wilayah tersebut.

Haneen mengatakan momen paling mengerikan yang dialaminya selama perang adalah pengeboman rumah tetangga mereka. “Asap hitam tebal menyelimuti rumah kami, dan jendela-jendela pecah. Saya tidak dapat melihat putri-putri saya, tetapi saya dapat mendengar jeritan ketakutan mereka,” katanya dengan suara bergetar. “Kami terpaksa mengungsi ke rumah tetangga lain yang jauh. “Malam itu adalah pengalaman perang yang paling intens. Lebih dari 60 perempuan dan anak-anak yang tertekan berkumpul bersama di rumah tersebut, yang luasnya hanya 150 meter persegi.”

Kini di rumah orang tuanya di kamp al-Maghazi, Mousa masih belum merasa aman, karena bom terus berjatuhan di sekitar mereka. “Sampai hari ini, saya masih belum mengetahui jenis kelamin janin yang saya kandung, tetapi saya memutuskan untuk menamai bayi tersebut ‘Salam’, yang berarti perdamaian, terlepas dari apakah ia laki-laki atau perempuan,” katanya.

Adnan Radi, seorang dokter di rumah sakit al-Awda, mengatakan kepada MEE bahwa sekitar 50.000 wanita hamil di Jalur Gaza tidak dapat mengakses layanan pranatal sejak perang dimulai pada 7 Oktober. “Hal ini semakin memperparah tantangan yang dihadapi oleh perempuan dengan kehamilan berisiko tinggi,” katanya.

Menurut Kementerian Kesehatan dan Kementerian Dalam negeri Palestina, sebanyak 33 rumah sakit dan klinik serta 23 ambulans tidak dapat digunakan akibat serangan udara Israel. Selain itu, 22 rumah sakit telah menerima peringatan Israel untuk dikosongkan atau berisiko dibom. “Sejak dimulainya agresi Israel di Jalur Gaza, saya belum pernah meninggalkan rumah sakit al-Awda. Sayangnya, hanya kurang dari 10 ibu hamil yang berhasil mencapai rumah sakit dalam 12 hari terakhir,” kata Radi.

“Dalam keadaan normal, kami biasa memberikan perawatan harian kepada sekitar 100 ibu hamil.” Radi mengatakan banyak perempuan yang terpaksa melahirkan di lingkungan yang tidak aman, termasuk jalanan atau mobil, karena pengeboman membuat mereka hampir tidak mungkin mencapai klinik atau rumah sakit. “Beberapa dari mereka telah kehilangan bayinya yang belum lahir, dan yang lainnya mengalami komplikasi serius, termasuk pecahnya rahim atau leher rahim, pendarahan internal, dan solusio plasenta,” tambahnya.

Israel telah memblokade Gaza, memutus aliran listrik dan bahan bakar, serta menghalangi masuknya pasokan medis, yang secara efektif mendorong seluruh sistem layanan kesehatan ke jurang kehancuran. “Kita dihadapkan pada sebuah tragedi yang nyata. Lebih dari separuh korban adalah anak-anak dan perempuan yang tidak bersalah, dan dampaknya menjanjikan konsekuensi yang lebih mengerikan,” kata Radi. “Trauma psikologis yang dialami perempuan memerlukan waktu puluhan tahun untuk pulih. Cobaan berat yang mereka alami sungguh di luar pemahaman.”

Kecemasan tanpa henti

Shaima, 26, sedang hamil enam bulan dan kehilangan nafsu makannya. Stres yang hebat telah berdampak besar pada dirinya, hingga menyebabkannya muntah-muntah setiap habis makan. Ibu dari seorang anak perempuan berusia tiga tahun itu “sangat ketakutan” terhadap pengeboman dan pemandangan asap hitam yang timbul akibat serangan rudal di luar jendela rumahnya.

“Saya selalu berada dalam kecemasan,” kata Shaima, “Ketakutan saya yang paling mendalam adalah kemungkinan kehilangan anak saya yang belum lahir.” Sejak perang dimulai, dia mengalami pendarahan yang tidak dapat dijelaskan penyebabnya, yang tingkat keparahannya tidak jelas karena dia juga takut meninggalkan rumahnya untuk mencari dokter.

Shaima rindu untuk kembali ke rutinitas hariannya yang damai, yaitu bangun tidur dan menyiapkan sarapan untuk putrinya serta bermain dengannya. Sebaliknya, dia sekarang khawatir karena Jehan hampir tidak bisa tidur sepanjang malam, terus-menerus terbangun sambil menangis.

“Saya berusaha untuk tetap tangguh dan tenang, tidak hanya demi kesehatan janin yang saya kandung, tetapi juga untuk melindungi putri saya, Jehan, dari rasa takut.“

Sumber:

https://www.middleeasteye.net

***

Kunjungi situs resmi Adara Relief International

Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.

Baca Juga

Trump Tetapkan Anggota “Dewan Perdamaian” Gaza, Letakkan Pejabat AS dan Israel di Puncak

Israel Rencanakan Proyek “Rute 45” untuk Konsolidasikan Permukiman di Ramallah dan Al-Quds

Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini

Baca juga artikel terbaru, klik di sini

#Palestine_is_my_compass
#Palestina_arah_perjuanganku
#Together_in_solidarity
#فلسطين_بوصلتي
#معا_ننصرها

Tags: GazaPalestinaPerempuanSeranganUpdate Palestina
ShareTweetSendShare
Previous Post

Israel Bom Sekolah UNRWA, Tewaskan Sejumlah Warga Palestina

Next Post

Jenazah Bayi Berjejer di Rumah Sakit Gaza, Kepala Rumah Sakit: ‘Dunia, di manakah Anda?’

Adara Relief International

Related Posts

Trump Tetapkan Anggota “Dewan Perdamaian” Gaza, Letakkan Pejabat AS dan Israel di Puncak
Berita Kemanusiaan

Trump Tetapkan Anggota “Dewan Perdamaian” Gaza, Letakkan Pejabat AS dan Israel di Puncak

by Adara Relief International
Januari 19, 2026
0
18

Presiden AS Donald Trump secara resmi menguraikan struktur "Dewan Perdamaian", yang diharapkan dapat "memenuhi" 20 poin rencana Trump untuk Gaza,...

Read moreDetails
Israel Rencanakan Proyek “Rute 45” untuk Konsolidasikan Permukiman di Ramallah dan Al-Quds

Israel Rencanakan Proyek “Rute 45” untuk Konsolidasikan Permukiman di Ramallah dan Al-Quds

Januari 19, 2026
16
Angka Kelahiran di Gaza Turun 41 Persen, Keguguran dan Kelahiran Prematur Meningkat

Angka Kelahiran di Gaza Turun 41 Persen, Keguguran dan Kelahiran Prematur Meningkat

Januari 19, 2026
13
Zionisme Kristen Ancam Keberadaan Umat Kristen di Palestina

Zionisme Kristen Ancam Keberadaan Umat Kristen di Palestina

Januari 19, 2026
29
Kampanye Vaksinasi Gelombang Kedua di Gaza Targetkan Anak di bawah Usia Tiga Tahun

Kampanye Vaksinasi Gelombang Kedua di Gaza Targetkan Anak di bawah Usia Tiga Tahun

Januari 19, 2026
14
Laporan Haaretz: AS Berpotensi Danai Pabrik Kendaraan Tempur Baru Israel hingga US$2 Miliar

Laporan Haaretz: AS Berpotensi Danai Pabrik Kendaraan Tempur Baru Israel hingga US$2 Miliar

Januari 15, 2026
21
Next Post
Jenazah Bayi Berjejer di Rumah Sakit Gaza, Kepala Rumah Sakit ‘Dunia, di manakah Anda’

Jenazah Bayi Berjejer di Rumah Sakit Gaza, Kepala Rumah Sakit: ‘Dunia, di manakah Anda?’

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TRENDING PEKAN INI

  • Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sebulan Setelah “Gencatan Senjata yang Rapuh”, Penduduk Gaza Masih Terjebak dalam Krisis Kemanusiaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Adara Resmi Luncurkan Saladin Mission #2 pada Hari Solidaritas Palestina

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 1,5 Juta Warga Palestina Kehilangan Tempat Tinggal, 60 Juta Ton Puing Menutupi Gaza

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Antara Sastra dan Peluru (2): Identitas, Pengungsian, dan Memori Kolektif dari kacamata Darwish dan Kanafani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Currently Playing

Adara Dukung Perempuan Palestina Kembali Pulih dan Berdaya

Adara Dukung Perempuan Palestina Kembali Pulih dan Berdaya

00:02:17

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

00:02:16

Edcoustic - Mengetuk Cinta Ilahi

00:04:42

Sahabat Palestinaku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:02:11

Masjidku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:32

Palestinaku Sayang | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:59

Perjalanan Delegasi Indonesia—Global March to Gaza 2025

00:03:07

Company Profile Adara Relief International

00:03:31

Qurbanmu telah sampai di Pengungsian Palestina!

00:02:21

Bagi-Bagi Qurban Untuk Pedalaman Indonesia

00:04:17

Pasang Wallpaper untuk Tanamkan Semangat Kepedulian Al-Aqsa | Landing Page Satu Rumah Satu Aqsa

00:01:16

FROM THE SHADOW OF NAKBA: BREAKING THE SILENCE, END THE ONGOING GENOCIDE

00:02:18

Mari Hidupkan Semangat Perjuangan untuk Al-Aqsa di Rumah Kita | Satu Rumah Satu Aqsa

00:02:23

Palestine Festival

00:03:56

Adara Desak Pemerintah Indonesia Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza

00:07:09

Gerai Adara Merchandise Palestina Cantik #lokalpride

00:01:06
  • Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
Donasi Sekarang

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630