• Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic
Selasa, Januari 20, 2026
No Result
View All Result
Donasi Sekarang
Adara Relief International
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
No Result
View All Result
Adara Relief International
No Result
View All Result
Home Berita Kemanusiaan

“Ibu, kita berubah menjadi angka,” Tangis Seorang Anak Perempuan Gaza Korban Agresi Israel

by Adara Relief International
Oktober 19, 2023
in Berita Kemanusiaan, Hukum dan HAM
Reading Time: 4 mins read
0 0
0
“Ibu, kita berubah menjadi angka,” Tangis Seorang Anak Perempuan Gaza Korban Agresi Israel
25
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on Telegram

Saya tidak tahan dengan kehororan dan kengeriannya. Saya bertemu Dr. Medhat Saidam musim panas lalu ketika saya mengunjungi Gaza. Dr. Saidam pulang ke rumahnya selama beberapa jam, setelah sepekan penuh bekerja tanpa henti, untuk beristirahat dan memeriksa keadaan keluarganya. Satu jam kemudian dia kembali ke rumah sakit sebagai jasad yang tak bernyawa. Saya bertanya-tanya tentang saudara laki-laki saya, seorang dokter yang bekerja di Rumah Sakit Nasser di Khan Younis. Saya menelepon keluarga saya, tetapi tidak ada yang menjawab. Tiga hari berlalu dan tidak ada kabar tentang mereka.

Saya membuka Facebook dan mengetahui bahwa teman kami, Dr. Rami Abdo, telah melaporkan kematian pamannya, Dr Omar Ferwaneh, seorang dokter dan Dekan Fakultas Kedokteran di Universitas Islam–yang dikenal sebagai dokter orang miskin– telah wafat bersama istri, anak, dan cucunya. Saya kembali membaca berita yang terus berdatangan dari Jalur Gaza, disertai dengan serangkaian pembantaian keluarga yang kejam tanpa henti.

Kekejaman terbaru adalah pengeboman Israel terhadap rumah sakit Baptis (Al-Ahli Arab), yang menewaskan ratusan pasien, anak-anak, dan orang-orang yang berlindung di rumah sakit karena mengira rumah sakit tersebut adalah tempat perlindungan yang aman. Jumlah korban terus bertambah, saat ini mencapai 3.300 orang tewas dan 12.000 orang luka-luka, sebagian besar adalah perempuan dan anak-anak. Kematian mereka sangat nyata dan jelas, tidak abstrak atau jauh. Peristiwa-peristiwa tersebut disiarkan seiring perkembangannya, didokumentasikan dan ditangkap oleh kamera, tetapi sebagian besar dunia masih menutup mulut mereka. 

Keluarga dan anak-anak musnah satu demi satu. Gambar-gambar mayat dan orang-orang yang terluka terus membanjiri rumah sakit-rumah sakit di Gaza yang kewalahan dan rusak. Para dokter, yang bekerja di bawah pengeboman tersebut, selalu berada dalam kondisi terguncang dan terus menerus menangani jumlah korban yang belum pernah terjadi sebelumnya. Di tengah kelelahan karena banyaknya korban yang harus ditangani, para dokter dan tenaga kesehatan di Gaza juga harus menerima kenyataan bahwa keluarga dan rekan mereka menjadi korban pembunuhan Israel.

Dr. Mohamed Abu Musa diberitahu bahwa rumahnya telah dibom. Keluarganya telah tiada. Namun, seolah tidak ada waktu untuk berduka, dia terus bekerja, berkomitmen untuk menyelamatkan mereka yang masih hidup.  Berita mengejutkan tak henti-hentinya terjadi. Dr Ashraf al-Qidra dari Rumah Sakit al-Shifa terlihat di TV Al Jazeera. Ia kembali menyebutkan nama rekan-rekannya yang meninggal. Saya tidak ingat nama-namanya.

Wajahnya menggambarkan kisahnya. Dia menceritakan kematian-kematian yang tidak masuk akal, mayat-mayat dengan tubuh yang tercerai-berai, kondisi korban yang terluka, kekurangan obat-obatan; dia menyampaikan permohonan kepada komunitas internasional untuk mengakhiri pembantaian tersebut. Laporannya disertai gambar dan angka, angka lebih banyak. Kami–penduduk Gaza–berubah menjadi angka.

Saya dibawa kembali ke memori tahun 2002, ke Beit Hanoun, ketika saya menjadi penerjemah surat kabar The Guardian. Beit Hanoun telah diserang oleh Israel dan korban luka dibawa ke Rumah Sakit Al-Shifa. Ratusan orang membutuhkan ruang operasi. Dokter terpaksa memprioritaskan orang-orang muda dengan cedera yang lebih bisa diobati. Dengan memberi isyarat mata dan alis, tanpa suara, dokter senior menginstruksikan juniornya untuk memulai. Seluruh adegan menjadi tidak dapat dipahami, gerak-geriknya membuatnya semakin sulit dipahami.

Saya berhenti menafsirkan dan mulai memegang tangan mereka yang terkapar tanpa adanya keluarga anggota keluarga. Saya membacakan ayat-ayat Al-Quran dan menutup mata mereka yang syahid. Saya pindah ke nomor berikutnya yang segera menjadi nomor lain. Beberapa dokter muda tidak dapat menahan air mata mereka. Dokter Qidra, melaporkan dari RS Al-Shifa pada hari Senin, dengan puluhan jenazah di belakangnya, menyebutkan jumlah korban saat ini. Lebih banyak angka–karena korban tidak teridentifikasi. Lebih banyak dokter, petugas medis, perempuan, dan anak-anak yang menjadi korban. Identitas mereka berubah menjadi angka.

Telepon berdering dan putri saya menangis di telepon. “Apakah kau mengenal Mu’taz?” Dengan tak sabar, saya berteriak, “Mu’taz yang mana? Tolong cepat bicara!” Dia menceritakan kepada saya bahwa rumah Mu’taz Al-Azaizah dibom, menewaskan 15 anggota keluarga. Mereka semua sudah pergi, katanya. Mereka semua sudah pergi, Bu, katanya. “Keluarganya baru saja membuatkanku sarapan bulan Juni lalu. Saya tidak percaya. Mengapa mereka membunuh kita?” Putriku menangis di telepon. “Bu, kita adalah angka,” katanya. 

Mu’taz, 24, seorang jurnalis lepas, baru saja kembali ke Deir al-Balah dari Khan Younis setelah meliput berita di sana. Hanya beberapa menit sebelum rumahnya dihantam. Dia mendengar ledakan tersebut dan bergegas ke tempat kejadian, hanya untuk dihadapkan pada tragedi yang tak terbayangkan. Dia sangat terpukul. Rumah dan keluarganya hilang dalam sekejap.

Baca Juga

Trump Tetapkan Anggota “Dewan Perdamaian” Gaza, Letakkan Pejabat AS dan Israel di Puncak

Israel Rencanakan Proyek “Rute 45” untuk Konsolidasikan Permukiman di Ramallah dan Al-Quds

Telepon lagi. Kali ini putriku menangis setelah temannya Zareefa menelepon untuk menceritakan kematian menyedihkan lainnya. Yousef Dawas, 23, seorang jurnalis lepas yang berkontribusi untuk Palestine Chronicle, dan anggota kelompok Palestina We Are Not Numbers, mendokumentasikan pelanggaran hak asasi manusia di Gaza. Dia dibunuh di Beit Lahia bersama lima anggota keluarganya. 

“Bu, kita adalah angka. Kita berubah menjadi angka.” Perkataan putri saya bukanlah kiasan, tapi kenyataan yang kami hadapi di Gaza hingga hari ini.

Sumber:

https://www.middleeasteye.net 

***

Kunjungi situs resmi Adara Relief International

Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.

Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini

Baca juga artikel terbaru, klik di sini

#Palestine_is_my_compass
#Palestina_arah_perjuanganku
#Together_in_solidarity
#فلسطين_بوصلتي
#معا_ننصرها

Tags: AnakGazaPalestinaPerempuanUpdate Palestina
ShareTweetSendShare
Previous Post

“Setiap politisi Barat bertanggung jawab atas darah anak-anak ini!”

Next Post

Penyerangan Rumah Sakit Baptis (Al-Ahli Arab Hospital) di Gaza: Mayoritas Korban adalah Anak-Anak dan Perempuan yang Kehilangan Anggota Tubuh

Adara Relief International

Related Posts

Trump Tetapkan Anggota “Dewan Perdamaian” Gaza, Letakkan Pejabat AS dan Israel di Puncak
Berita Kemanusiaan

Trump Tetapkan Anggota “Dewan Perdamaian” Gaza, Letakkan Pejabat AS dan Israel di Puncak

by Adara Relief International
Januari 19, 2026
0
14

Presiden AS Donald Trump secara resmi menguraikan struktur "Dewan Perdamaian", yang diharapkan dapat "memenuhi" 20 poin rencana Trump untuk Gaza,...

Read moreDetails
Israel Rencanakan Proyek “Rute 45” untuk Konsolidasikan Permukiman di Ramallah dan Al-Quds

Israel Rencanakan Proyek “Rute 45” untuk Konsolidasikan Permukiman di Ramallah dan Al-Quds

Januari 19, 2026
14
Angka Kelahiran di Gaza Turun 41 Persen, Keguguran dan Kelahiran Prematur Meningkat

Angka Kelahiran di Gaza Turun 41 Persen, Keguguran dan Kelahiran Prematur Meningkat

Januari 19, 2026
11
Zionisme Kristen Ancam Keberadaan Umat Kristen di Palestina

Zionisme Kristen Ancam Keberadaan Umat Kristen di Palestina

Januari 19, 2026
26
Kampanye Vaksinasi Gelombang Kedua di Gaza Targetkan Anak di bawah Usia Tiga Tahun

Kampanye Vaksinasi Gelombang Kedua di Gaza Targetkan Anak di bawah Usia Tiga Tahun

Januari 19, 2026
11
Laporan Haaretz: AS Berpotensi Danai Pabrik Kendaraan Tempur Baru Israel hingga US$2 Miliar

Laporan Haaretz: AS Berpotensi Danai Pabrik Kendaraan Tempur Baru Israel hingga US$2 Miliar

Januari 15, 2026
21
Next Post
Penyerangan Rumah Sakit Baptis (Al-Ahli Arab Hospital) di Gaza: Mayoritas Korban adalah Anak-Anak dan Perempuan yang Kehilangan Anggota Tubuh

Penyerangan Rumah Sakit Baptis (Al-Ahli Arab Hospital) di Gaza: Mayoritas Korban adalah Anak-Anak dan Perempuan yang Kehilangan Anggota Tubuh

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TRENDING PEKAN INI

  • Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sebulan Setelah “Gencatan Senjata yang Rapuh”, Penduduk Gaza Masih Terjebak dalam Krisis Kemanusiaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Adara Resmi Luncurkan Saladin Mission #2 pada Hari Solidaritas Palestina

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 1,5 Juta Warga Palestina Kehilangan Tempat Tinggal, 60 Juta Ton Puing Menutupi Gaza

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Antara Sastra dan Peluru (2): Identitas, Pengungsian, dan Memori Kolektif dari kacamata Darwish dan Kanafani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Currently Playing

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

00:02:16

Edcoustic - Mengetuk Cinta Ilahi

00:04:42

Sahabat Palestinaku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:02:11

Masjidku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:32

Palestinaku Sayang | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:59

Perjalanan Delegasi Indonesia—Global March to Gaza 2025

00:03:07

Company Profile Adara Relief International

00:03:31

Qurbanmu telah sampai di Pengungsian Palestina!

00:02:21

Bagi-Bagi Qurban Untuk Pedalaman Indonesia

00:04:17

Pasang Wallpaper untuk Tanamkan Semangat Kepedulian Al-Aqsa | Landing Page Satu Rumah Satu Aqsa

00:01:16

FROM THE SHADOW OF NAKBA: BREAKING THE SILENCE, END THE ONGOING GENOCIDE

00:02:18

Mari Hidupkan Semangat Perjuangan untuk Al-Aqsa di Rumah Kita | Satu Rumah Satu Aqsa

00:02:23

Palestine Festival

00:03:56

Adara Desak Pemerintah Indonesia Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza

00:07:09

Gerai Adara Merchandise Palestina Cantik #lokalpride

00:01:06
  • Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
Donasi Sekarang

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630