• Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic
Selasa, Januari 20, 2026
No Result
View All Result
Donasi Sekarang
Adara Relief International
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
No Result
View All Result
Adara Relief International
No Result
View All Result
Home Berita Kemanusiaan Anak

Kisah Para Ibu Palestina di Gaza: Tolak Sampaikan Kenyataan Agresi Demi Kesehatan Mental Anak-Anak Mereka

by Adara Relief International
Oktober 18, 2023
in Anak, Berita Kemanusiaan, Kesehatan, Perempuan
Reading Time: 3 mins read
0 0
0
Kisah Para Ibu Palestina di Gaza: Tolak Sampaikan Kenyataan Agresi Demi Kesehatan Mental Anak-Anak Mereka
122
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on Telegram

Pada tiga kesempatan terpisah dalam sepekan terakhir, Alaa Hasham, seorang ibu berusia 30 tahun dari Gaza, mengumpulkan kedua anaknya di dekatnya, dengan berbekal ala kadarnya, mereka berpindah dari satu tempat pengungsian ke tempat pengungsian berikutnya. Di tempat terbuka, di bawah langit yang tidak bersahabat, yang ada hanyalah kehancuran. Rumah, sekolah, rumah sakit, masjid, semuanya dibom, diratakan dengan tanah oleh serangan udara Israel yang terus menerus terjadi sejak tanggal 7 Oktober.

Hasham tidak pernah mengalami masa tersulit sebagai seorang ibu hingga saat ini. Pada hari pertama agresi, dia meninggalkan rumahnya di Kota Gaza karena sebagian rumahnya rusak. Pada tengah malam, dia masuk ke ambulans bersama suaminya, putranya yang berusia sembilan tahun, dan putrinya yang berusia lima tahun. Dalam perjalanan menuju rumah temannya, sopir ambulans mendapat telepon dari seseorang yang rumahnya telah dibom. Bantuan mendesak diperlukan. Sopir tersebut mengatakan bahwa dia menyesal, namun Hasham dan keluarganya harus keluar dari ambulans agar dia dapat pergi ke gedung yang dibom. “Tetapi di sini berbahaya,” kata Hasham kepada pengemudi. “Di mana-mana berbahaya,” jawabnya. Merasa putus asa, sang ibu teringat bahwa ia mempunyai seorang paman yang tinggal di dekat rumahnya. Ambulans menurunkannya di sana.

Kemudian pada hari Jumat, tentara Israel mengeluarkan perintah yang memberikan waktu 24 jam kepada seluruh warga sipil – lebih dari satu juta orang – di Gaza utara untuk mengungsi ke selatan Gaza. Permintaan tersebut diulangi oleh Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken, sementara PBB memperingatkan bahwa hal tersebut tidak mungkin dilakukan “tanpa konsekuensi kemanusiaan yang menghancurkan”. Banyak warga yang menolak meninggalkan rumah mereka karena takut mengulang peristiwa Nakba pada tahun 1948, ketika ratusan ribu warga Palestina diusir dari tanah mereka dan tidak diizinkan kembali lagi. 

Ketika Israel menyerang salah satu jalan utama di selatan Gaza, perjalanan menjadi lebih sulit dan penuh dengan bahaya, terutama bagi mereka yang tidak memiliki mobil. Keluarga berbagi mobil, melakukan perjalanan dengan angkutan. Beberapa pengemudi meminta biaya hingga $100 untuk mengantar ke selatan. Perintah evakuasi, yang disampaikan melalui halaman media sosial tentara Israel dan dijatuhkan dari langit dalam bentuk selebaran, menyebabkan ratusan ribu orang meninggalkan rumah mereka di Gaza utara. Pasokan listrik telah terputus dan daerah tersebut sudah kehabisan makanan dan air bersih, sehingga memperburuk situasi kemanusiaan yang sudah sangat buruk.

Hasham dan keluarganya bisa pindah ke rumah temannya di Jalur Gaza selatan. Kini mereka berada di sana bersama lebih dari 30 orang lainnya di gedung yang sama. “Saya melakukan yang terbaik untuk menjaga kesejahteraan anak-anak saya. Kami memiliki kesepakatan di rumah untuk tidak menyebutkan berita atau gambar yang mengganggu di depan anak-anak,” kata Hasham kepada Middle East Eye dalam sebuah wawancara telepon. Sang ibu mengatakan dia berbohong kepada anak-anaknya dan mengatakan kepada mereka bahwa warga sipil tidak akan dibahayakan dalam serangan Israel yang terus berlangsung. “Saya tidak ingin mereka terus menerus ketakutan, ini tidak baik untuk kesehatan mental mereka,” ujarnya.

Pada siang hari, Hasham membacakan cerita dan bermain dengan anak-anaknya serta anak-anak lain yang tinggal di gedung tempat mereka berada. Dia mendorong anak-anaknya untuk berbicara tentang ketakutan mereka. Meskipun mereka hanya pernah tinggal di Gaza, anak-anaknya memiliki kewarganegaraan Jerman melalui ayah mereka, seorang Palestina-Jerman, dan putranya bertanya kepadanya mengapa mereka masih tinggal di daerah yang diblokade ini padahal mereka bisa pindah ke tempat lain. Sementara putranya menyuarakan ketakutannya, kesedihannya dan rasa frustrasinya, putrinya tetap diam. Ketika ibunya menanyakan kabarnya, dia menjawab bahwa dia hanya ingin ditinggal sendirian.

Hasham hanya memiliki dua set pakaian untuk setiap anaknya. “Saya memberitahu anak-anak saya untuk menjaga pakaian mereka tetap bersih selama mungkin karena saya harus mencucinya dengan tangan,” katanya kepada MEE. Selain itu, air dibutuhkan untuk keperluan lain, mandi tidak lagi menjadi prioritas. 

Sumber:

https://www.middleeasteye.net

***

Kunjungi situs resmi Adara Relief International

Baca Juga

Trump Tetapkan Anggota “Dewan Perdamaian” Gaza, Letakkan Pejabat AS dan Israel di Puncak

Israel Rencanakan Proyek “Rute 45” untuk Konsolidasikan Permukiman di Ramallah dan Al-Quds

Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.

Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini

Baca juga artikel terbaru, klik di sini

#Palestine_is_my_compass
#Palestina_arah_perjuanganku
#Together_in_solidarity
#فلسطين_بوصلتي
#معا_ننصرها

Tags: AnakPalestinaPerempuanUpdate Palestina
ShareTweetSendShare
Previous Post

Israel Mengebom Rumah Sakit Gaza, Tewaskan Sedikitnya 500 orang

Next Post

DCIP: Israel Bunuh Lebih dari 1.000 Anak Palestina di Gaza, Bunuh Satu Anak Setiap 15 Menit

Adara Relief International

Related Posts

Trump Tetapkan Anggota “Dewan Perdamaian” Gaza, Letakkan Pejabat AS dan Israel di Puncak
Berita Kemanusiaan

Trump Tetapkan Anggota “Dewan Perdamaian” Gaza, Letakkan Pejabat AS dan Israel di Puncak

by Adara Relief International
Januari 19, 2026
0
13

Presiden AS Donald Trump secara resmi menguraikan struktur "Dewan Perdamaian", yang diharapkan dapat "memenuhi" 20 poin rencana Trump untuk Gaza,...

Read moreDetails
Israel Rencanakan Proyek “Rute 45” untuk Konsolidasikan Permukiman di Ramallah dan Al-Quds

Israel Rencanakan Proyek “Rute 45” untuk Konsolidasikan Permukiman di Ramallah dan Al-Quds

Januari 19, 2026
12
Angka Kelahiran di Gaza Turun 41 Persen, Keguguran dan Kelahiran Prematur Meningkat

Angka Kelahiran di Gaza Turun 41 Persen, Keguguran dan Kelahiran Prematur Meningkat

Januari 19, 2026
11
Zionisme Kristen Ancam Keberadaan Umat Kristen di Palestina

Zionisme Kristen Ancam Keberadaan Umat Kristen di Palestina

Januari 19, 2026
21
Kampanye Vaksinasi Gelombang Kedua di Gaza Targetkan Anak di bawah Usia Tiga Tahun

Kampanye Vaksinasi Gelombang Kedua di Gaza Targetkan Anak di bawah Usia Tiga Tahun

Januari 19, 2026
11
Laporan Haaretz: AS Berpotensi Danai Pabrik Kendaraan Tempur Baru Israel hingga US$2 Miliar

Laporan Haaretz: AS Berpotensi Danai Pabrik Kendaraan Tempur Baru Israel hingga US$2 Miliar

Januari 15, 2026
21
Next Post
DCIP: Israel Bunuh Lebih dari 1.000 Anak Palestina di Gaza, Bunuh Satu Anak Setiap 15 Menit

DCIP: Israel Bunuh Lebih dari 1.000 Anak Palestina di Gaza, Bunuh Satu Anak Setiap 15 Menit

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TRENDING PEKAN INI

  • Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Adara Resmi Luncurkan Saladin Mission #2 pada Hari Solidaritas Palestina

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sebulan Setelah “Gencatan Senjata yang Rapuh”, Penduduk Gaza Masih Terjebak dalam Krisis Kemanusiaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 1,5 Juta Warga Palestina Kehilangan Tempat Tinggal, 60 Juta Ton Puing Menutupi Gaza

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Antara Sastra dan Peluru (2): Identitas, Pengungsian, dan Memori Kolektif dari kacamata Darwish dan Kanafani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Currently Playing

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

00:02:16

Edcoustic - Mengetuk Cinta Ilahi

00:04:42

Sahabat Palestinaku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:02:11

Masjidku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:32

Palestinaku Sayang | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:59

Perjalanan Delegasi Indonesia—Global March to Gaza 2025

00:03:07

Company Profile Adara Relief International

00:03:31

Qurbanmu telah sampai di Pengungsian Palestina!

00:02:21

Bagi-Bagi Qurban Untuk Pedalaman Indonesia

00:04:17

Pasang Wallpaper untuk Tanamkan Semangat Kepedulian Al-Aqsa | Landing Page Satu Rumah Satu Aqsa

00:01:16

FROM THE SHADOW OF NAKBA: BREAKING THE SILENCE, END THE ONGOING GENOCIDE

00:02:18

Mari Hidupkan Semangat Perjuangan untuk Al-Aqsa di Rumah Kita | Satu Rumah Satu Aqsa

00:02:23

Palestine Festival

00:03:56

Adara Desak Pemerintah Indonesia Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza

00:07:09

Gerai Adara Merchandise Palestina Cantik #lokalpride

00:01:06
  • Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
Donasi Sekarang

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630