Pesawat tempur pendudukan Israel menargetkan bangunan tempat tinggal Palestina di dekat rumah sakit terbesar di Gaza. Sumber lokal Palestina melaporkan bahwa pesawat tempur Israel menghancurkan seluruh gedung Al-Badrasawi dekat Rumah Sakit Al-Shifa di Gaza, sehingga menyebabkan kerusakan sebagian di rumah sakit tersebut.
Sejak Sabtu (7/10), pesawat-pesawat tempur Israel telah mengebom lingkungan padat penduduk di Jalur Gaza. Kementerian Kesehatan Gaza menyebutkan jumlah korban tewas akibat serangan Israel mencapai 678 orang, termasuk 91 anak-anak dan 61 perempuan, serta 2.751 lainnya luka-luka. Dalam sebuah pernyataan, angkatan udara Israel mengatakan telah menjatuhkan sekitar 2.000 amunisi dan lebih dari 1.000 ton bom di Gaza dalam 20 jam terakhir.
Menyikapi krisis yang semakin parah, Kementerian Kesehatan telah menerapkan tindakan darurat secara maksimal di seluruh fasilitas kesehatan dan unit ambulans. Klinik rawat jalan dan operasi terjadwal telah ditangguhkan untuk memprioritaskan perawatan darurat dan memastikan kesiapan dan kesiapsiagaan di tengah blokade yang sedang berlangsung serta situasi kurangnya obat-obatan dan pasokan medis.
Kementerian mengecam keras tindakan penjajah Israel yang menargetkan staf medis dan fasilitas kesehatan. Pelanggaran yang berulang-ulang ini mengakibatkan hilangnya nyawa tiga petugas kesehatan secara tragis dan tiga orang lainnya terluka. Selain itu, beberapa mobil ambulans medis, baik milik pemerintah maupun swasta telah dimusnahkan.
Lebih lanjut, kementerian mengeluarkan peringatan keras mengenai potensi dampak kesehatan yang timbul dari penghentian aliran listrik ke Jalur Gaza. Rumah sakit kini terpaksa bergantung pada generator untuk waktu yang lama, sebuah situasi yang menimbulkan kekhawatiran akan kekurangan bahan bakar dan gangguan pada mesin penyelamat jiwa ini.
Memohon bantuan dan perlindungan kepada lembaga-lembaga internasional, kementerian menyerukan tindakan segera untuk melindungi staf medis, fasilitas kesehatan, dan ambulans dari bahaya lebih lanjut. Memburuknya kondisi di lapangan dengan cepat mendorong sistem layanan kesehatan di Gaza ke jurang kehancuran, mengancam nyawa ribuan warga sipil tak berdosa.
Pada saat yang sulit ini, Kementerian Kesehatan mendesak organisasi kemanusiaan dan bantuan untuk turun tangan dan memberikan dukungan penting untuk memenuhi kebutuhan darurat rumah sakit di Gaza. Masyarakat Gaza sedang menghadapi krisis kemanusiaan yang belum pernah terjadi sebelumnya, dan intervensi internasional segera diperlukan untuk meringankan penderitaan mereka dan menyelamatkan nyawa.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini
#Palestine_is_my_compass
#Palestina_arah_perjuanganku
#Together_in_solidarity
#فلسطين_بوصلتي
#معا_ننصرها








