Pemotongan pasokan kebutuhan oleh Israel dapat menyebabkan pembangkit listrik Gaza kehilangan bahan bakar dalam beberapa hari dan menyebabkan kekurangan air minum yang parah bagi 610.000 orang, badan kemanusiaan PBB memperingatkan pada Selasa (10/10).
Pemerintah Israel telah menghentikan pasokan listrik ke Jalur Gaza, mengurangi jam penggunaan listrik menjadi 3–4 jam per hari. Pembangkit Listrik Gaza saat ini merupakan satu-satunya sumber listrik dan bisa kehabisan bahan bakar dalam beberapa hari, Jens Laerke, juru bicara Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA), mengatakan pada konferensi pers PBB di Jenewa.
Mengenai keputusan untuk mengurangi pasokan air, Laerke mengatakan: “Keputusan ini berdampak pada lebih dari 610.000 orang di Gaza dan akan mengakibatkan kekurangan air minum yang parah.” Dia menambahkan bahwa jumlah orang yang mengungsi di Jalur Gaza telah meningkat “secara dramatis”, mencapai lebih dari 187.500 sejak Sabtu. Sebagian besar berlindung di sekolah-sekolah Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA), katanya.
James Elder, juru bicara Dana Anak-anak PBB atau UNICEF, juga menyuarakan keprihatinan atas keputusan Israel untuk mengurangi pasokan. “UNICEF khawatir dengan terhentinya pasokan air dan makanan ke Gaza,” kata Elder, meperingatkan sejumlah pihak mengenai kewajiban mereka berdasarkan hukum internasional.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini
#Palestine_is_my_compass
#Palestina_arah_perjuanganku
#Together_in_solidarity
#فلسطين_بوصلتي
#معا_ننصرها








