Selama agresi yang masih berlangsung, pasukan Israel dengan sengaja menargetkan jurnalis Palestina di Jalur Gaza. Sejumlah media telah memberi peringatan setelah tiga jurnalis terbunuh yang membuat total jurnalis yang terbunuh sejak Sabtu menjadi tujuh.
Unit Pemantauan dan Tindak Lanjut Kantor Media Pemerintah di Gaza telah mendokumentasikan puluhan serangan dan kejahatan terhadap jurnalis dan media. Serangan terbaru Israel mengakibatkan terbunuhnya tujuh jurnalis: Ibrahim Lafi, Muhammad Jarghun, Muhammad Al-Salhi, Asaad Shamlikh, Saeed Al-Taweel, Muhammad Subh Abu Rizq dan Hisham Al-Nawajaha. Selain itu, “lebih dari sepuluh jurnalis terluka dengan tingkat keparahan yang berbeda-beda, dan mereka kehilangan kontak dengan dua rekannya, Nidal Al-Wahidi dan Haitham Abdul-Wahed.”
Unit pemantauan menambahkan bahwa rumah jurnalis Rami Al-Sharafi dan Basel Khair Al-Din telah menjadi sasaran dan dihancurkan. Selain itu, rumah puluhan jurnalis lainnya juga mengalami rusak sebagian. Puluhan institusi media juga mengalami kerusakan seluruhnya atau sebagian akibat serangan Israel, termasuk Menara Palestina dan Menara Al-Watan. Selain itu lebih dari 40 kantor pusat media juga terkena dampak, unit tersebut melaporkan.
Terlepas dari risikonya, kantor media pemerintah menekankan bahwa jurnalis mereka akan melanjutkan peran profesional dan tugas nasional mereka dalam meliput peristiwa tersebut, mengungkap kejahatan Israel dan membantah klaim palsu mereka.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini
#Palestine_is_my_compass
#Palestina_arah_perjuanganku
#Together_in_solidarity
#فلسطين_بوصلتي
#معا_ننصرها








